Waymo Turunkan Biaya Hardware Robotaxi ke $20.000, Siap Meluas ke 18 Provinsi AS
Waymo, divisi kendaraan otonom milik Alphabet, berhasil memangkas biaya hardware sistem swakendara (driver) generasi keenam menjadi kurang dari $20.000 per unit. Itu penurunan lebih dari 80% dibandingkan estimasi biaya sistem generasi sebelumnya yang bisa mencapai $100.000 atau lebih per kendaraan.
Penurunan biaya hardware ini bukan angka abstrak. Ini mengubah perhitungan apakah bisa menguntungkan bisnis robotaxi secara fundamental.
Hardware Baru, 42% Lebih Sedikit Sensor
Generasi keenam Waymo Driver memangkas jumlah sensor secara dramatis: dari 29 kamera menjadi 13, dari 5 lidar menjadi 4, radar baru. Total pengurangan sensor mencapai 42% dibanding generasi kelima yang berjalan di atas platform Jaguar I-Pace.
Lebih sedikit sensor bukan berarti kemampuan turun. Justru sebaliknya. Waymo mengklaim resolusi dan jangkauan sensor generasi keenam lebih tinggi dari sebelumnya. Chip silicon khusus yang dirancang Waymo sendiri memindahkan sebagian pemrosesan dari sensor fisik ke hardware, memungkinkan pengurangan jumlah sensor tanpa mengorbankan performa.
“Pengurangan 42% jumlah sensor sekaligus meningkatkan kemampuan — ini yang membuat angka $20.000 jadi mungkin,” tulis Electrek dalam analisisnya.
Biaya lidar sendiri sudah turun drastis dalam industri. Dulu satu unit lidar dihargai $50.000. Sekarang? Tinggal $500 sampai $1.000 per unit. Penurunan ini yang mendongkrak Viabilitas ekonomi seluruh sistem.
Kendaraan Ojai: Robotaxi Purpose-Built Termurah
Selain hardware driver, biaya kendaraan itu sendiri turun tajam. Waymo mulai mengganti armada Jaguar I-Pace seharga $150.000-$200.000 per unit dengan minivan Ojai yang dibuat oleh Zeekr (milik Geely, Tiongkok). Harga total satu unit Ojai lengkap dengan sistem Driver generasi keenam kiniestimasi $50.000-$55.000 per kendaraan — penurunan 63% dari I-Pace.
Ojai adalah robotaxi yang dirancang khusus untuk layanan rideshare otonom: lantai datar, pintu geser seperti elevator, dan tidak ada kolom B konvensional. Waymo mengimpor kendaraan ini dari Tiongkok, lalu memasang sistem Driver di pabriknya yang ada di Arizona.
Bukan satu-satunya kendaraan baru. Hyundai IONIQ 5 juga mulai diuji dengan sistem generasi keenam Waymo, dan perusahaan dilaporkan sudah memesan hingga 50.000 unit IONIQ 5 untuk armada masa depan.
Per Juli 2026, Waymo sudah mengimpor 725 unit Ojai ke AS. Analis memperkirakan perusahaan pada jalur untuk membawa 5.000 unit Ojai sebelum akhir tahun ini — lebih dari dua kali lipat seluruh armada Jaguar I-Pace yang beroperasi sekarang.
Persetujuan 18 Provinsi: Dari 6 Kota jadi 18
Perubahan hardware ini datang di saat Waymo sedang menjalankan ekspansi geografis paling agresif dalam sejarahnya.
Pada 14 Agustus 2026, California Public Utilities Commission menyetujui rencana perluasan Waymo ke 18 provinsi di California. Izin ini memungkinkan layanan rideshare otonom Waymo wilayah yang jauh lebih luas dari pangkalan awalnya di San Francisco dan Los Angeles.
Provinsi-provinsi yang disetujui meliputi hampir seluruh California Utara (Alameda, Contra Costa, Marin, Napa, Sacramento, San Francisco, San Mateo, Santa Clara, Santa Cruz, Solano, Sonoma, Yolo) dan California Selatan (Los Angeles, Orange, Riverside, San Bernardino, San Diego, Ventura). Itu berarti kota-kota besar seperti Sacramento dan San Diego — yang belum dilayani sebelumnya — sekarang dalam jangkauan.
Saat ini Waymo beroperasi secara komersial tanpa sopir di enam kota AS: Phoenix, San Francisco, Los Angeles, Austin, Atlanta, dan Miami. Pada 2026, perusahaan menargetkan masuk ke Washington, Detroit, Las Vegas, Denver, Dallas, Houston, San Antonio, dan Orlando. London dan Tokyo akan jadi pasar internasional pertama.
Perbandingan dengan Tesla Cybercab
Tesla membanderol Cybercab buatannya dengan target harga $20.000-$25.000 per unit — lebih murah dari estimasi biaya kendaraan Waymo. Morgan Stanley menghitung biaya per mil Cybercab menyentuh $0,81, dibandingkan $1,43 untuk Waymo.
Namun ada celah besar di balik angka-angka ini.
Sistem Tesla murni berbasis kamera — tidak ada lidar, tidak ada radar. NHTSA membuka Engineering Analysis pada Maret 2026 sistem FSD Tesla, dengan temuan spesifik: sistem gagal mendeteksi dan memperingatkan pengemudi dalam kondisi visibilidad terbatas seperti silau matahari, kabut, dan debu udara. Ini bukan kasus langka — justru skenario sehari-hari yang sering terjadi di jalan.
Waymo menggabungkan 13 kamera, 4 lidar, dan 6 radar dalam sistem fusi multi-modal. Jika satu jenis sensor terganggu — misalnya kamera tertutup hujan — sistem lain tetap menjaga kesadaran lingkungan penuh.
Tesla sendiri baru punya puluhan kendaraan otonom di jalan AS. Waymo? Hampir 1.000 unit Ojai sudah menunggu di pabrik Arizona. Kapasitas nirsopir Tesla di jalan masih jauh di bawah Waymo.
Misi 1 Juta Perjalanan per Minggu
Per November 2025, Waymo menyelesaikan 15 juta perjalanan sepanjang tahun itu — empat kali lipat dari volume 2024. Saat ini perusahaan menangani sekitar 400.000 perjalanan berbayar per minggu, dan menargetkan melewati 1 juta perjalanan per minggu sebelum akhir 2026.
Target itu bukan Ambisi kosong jika eksekusi hardware dan perluasan geografis berjalan sesuai jadwal. Setiap perjalanan yang dihasilkan perusahaan adalah pendapatan tanpa biaya sopir — keunggulan struktural yang tidak bisa ditiru Uber atau Lyft konvensional.
Alphabet membukukan kerugian operasional unit Other Bets (termasuk Waymo) sebesar $2,1 miliar di Q1 2026. Tapi CEO Sundar Pichai sudah memberi sinyal bahwa profitabilitas bisa tercapai sekitar 2027. Penurunan biaya hardware generasi keenam adalah jurus yang membuat proyeksi itu masuk akal.
Sumber
- Electrek — “Waymo begins fully autonomous ops with 6th-gen Driver, targets 1M weekly rides” (12 Februari 2026)
- TechCrunch — “Waymo’s cheaper, next-gen robotaxi is now open to all riders in these three cities” (19 Agustus 2026)
- Electrek — “Waymo has nearly 1,000 robotaxis waiting at its Arizona factory” (12 Agustus 2026)
- The Californian — “Waymo robotaxis approved to expand across 18 California counties” (19 Agustus 2026)
- Tech Times — “Waymo Driverless in Four More Cities: Fleet 14 Times Tesla’s” (11 Juli 2026)
- The Verge — “Waymo lifts the lid on the ‘brain’ powering its robotaxis” (20 Agustus 2026)