Alphabet Raup $119,8 Miliar tapi Saham Turun 7%: AI Spending Silmu?
Pendapatan Alphabet kembali tembus rekor. Laporan keuangan Q2 2026 yang dirilis 22 Juli menunjukkan revenue $119,8 miliar, naik 24% dari periode sama tahun lalu yang $96,4 miliar. Google Cloud melesat 82% jadi $24,8 miliar. Namun satu angka membuat harga saham anjlok 7% dalam sehari.
Angka yang Buat Investor Khawatir
Free cash flow Alphabet untuk pertama kali sejak IPO melantai di zona negatif: minus $5,9 miliar pada Q2. Padahal operating cash flow tercapai $39 miliar. Masalahnya, CapEx (belanja modal) quartalnya melonjak jadi $45 miliar. Selisihnya jadi arus kas negatif.
Lebih mengkhawatirkan lagi, panduan belanja modal 2026 dinaikkan jadi $195–205 miliar. Angka ini nyaris dua kali lipat dari pengeluaran 2025 yang $91,4 miliar. Dalam waktu kurang dari enam bulan, Alphabet sudah tiga kali raise panduan capex.
Berikut ringkasan angka krusial:
| Metrik | Q2 2026 | Q2 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Revenue | $119,8 miliar | $96,4 miliar | +24% |
| Google Cloud | $24,8 miliar | $13,6 miliar | +82% |
| Operating Income | $39,7 miliar | $30,5 miliar | +30% |
| Free Cash Flow | -$5,9 miliar | +$13 miliar | pertama kali negatif |
| CapEx Q2 | $44,9 miliar | $39,1 miliar | naik |
Market bereaksi keras. Saham Alphabet turun 6-7% sehari, erase hampir $200 miliar nilai pasar dalam hitungan jam.
Backlog Cloud $514 Miliar:Permintaan Ada, Tapi
Dari sisi bisnis, cerita yang mendasari pengeluaran gila-gilaan ini cukup masuk akal. CEO Sundar Pichai mengklaim demand untuk infrastruktur AI “sangat kuat” dan Google Cloud backlog (pesanan yang belum direalisasi) kini mencapai $514 miliar, naik dari $462 miliar triwulan sebelumnya.
Pelanggan cloud spending 50% lebih tinggi dari komitmen awal mereka. Google Cloud Platform (GCP) tumbuh lebih cepat dari divisi cloud secara keseluruhan. Kalau outlook ini benar, Alphabet sedang membangun pabrik yang pasarnya sudah ada.
Pertanyaannya: apakah return-nya sepadan?
Chip AI Internal “Frozen v2”
Sebagai bagian dari strategi kurangi ketergantungan pada chip pihak ketiga (Nvidia terutama), Alphabet dilaporkan tengah mengembangkan chip AI internal kode nama “Frozen v2.” Menurut sumber yang dikutip The Information dan Reuters, chip ini akan menanamkan sebagian arsitektur model Gemini langsung ke silicon.
Targetnya ambisius: 6-10 kali lebih efisien dari TPU (Tensor Processing Unit) yang digunakan saat ini. Kalau angka itu akurat, satu chip Frozen v2 bisa menggantikan 6-10 chip lama untuk tugas yang sama.
Tapi ini bukan solusi instan. Chip ini dijadwalkan baru keluar 2028. Untuk konteks, Nvidia Blackwell Ultra sudah diproduksi massal tahun ini.
Analisis: Spekulasi atau Strategi?
Ini bukan pertama kalinya Alphabet menghabiskan uang besar untuk teknologi baru. Google pernah bakar duit untuk Google Glass, Project Loon, dan banyak inisiatif lain yang tidak pernah monetisasi. Tapi investasi AI infrastructure kali ini berbeda karena ada backlog nyata di depan mata.
Namun ada tiga risiko yang perlu diwaspadai:
1. Return on Investment belum terbukti. $205 miliar capex 2026 untuk pendapatan cloud $24,8 miliar per triwulan (meski tumbuh cepat). Kalau pertumbuhan cloud melambat, Alphabet bisa stuck dengan aset yang terlalu mahal.
**2. Kompetisi di chip AI masih dikuasai Nvidia.AMD dan Intel juga tidak diam. Frozen v2 menarik tapi belum ada dan Nvidia terus menggelinding.
3. Model bisnis AI berubah cepat. Claude, GPT, DeepSeek semua berlomba buat model lebih murah dan efisien. Kalau efisiensi model naik drastis, kebutuhan infrastruktur seperti yang direncanakan Alphabet bisa tidak relevan.
Dari sudut pandang balanço, ini Q2 yang paradox: bisnisnya tumbuh sangat kuat, tapi aksi korporasi yang menyertainya buat investor nervoz. Revenue $119,8 miliar dengan operating margin 36% tetap hasil yang luar biasa. Tapi di era AI, keuntungan saja tidak cukup — investor ingin yakin bahwa setiap dolar yang dibakar hari ini akan menghasilkan lebih banyak lagi besok.
Untuk sekarang, Alphabet berada di persimpangan yang menarik: mereka punya infrastruktur, demand, dan uang untuk menjadi pemain AI terdepan. Namun dengan free cash flow negatif untuk pertama kalinya dalam 22 tahun sejarah perusahaan, pertanyaan tentang kapan investasi itu akan menghasilkan profit mulai mendesak.
Sumber
-
TechCrunch — “Google justifies its massive AI spending with a booming cloud business” (22 Juli 2026)
-
TechCrunch — “Google is working on a new AI chip designed to make Gemini more efficient” (20 Juli 2026)
-
LA Times — “Alphabet’s $205 billion AI spending plan spooks investors” (23 Juli 2026)
-
Mashable — “Google reports negative free cash flow amid AI spending spree” (23 Juli 2026)
-
BBC — “Google and Tesla shares plunge as AI spending rattles markets” (23 Juli 2026)