AI Briefing
AI Briefing Publikasi Riset AI Indonesia

"Artificial intelligence is the new electricity. It will transform every industry and create massive new opportunities."

— Andrew Ng · Founder of Google Brain

Trump Terbitkan Exec Order AI: Govt Stake di OpenAI Mulai Dibahas

Oleh Eko Hadi Murwanto · ·
Trump Terbitkan Exec Order AI: Govt Stake di OpenAI Mulai Dibahas

Donald Trump menandatangani perintah eksekutif berjudul “Promoting Advanced Artificial Intelligence Innovation and Security” pada 2 Juni 2026. Perintah ini membuka kemungkinan pemerintah Amerika Serikat memiliki saham langsung di perusahaan-perusahaan AI terkemuka, termasuk OpenAI.

Apa Isi Perintah Eksekutif Itu?

Perintah ini menetapkan kerangka kerja sukarela di mana perusahaan-perusahaan AI memberikan pemerintah federal akses ke model-model paling canggih mereka hingga 30 hari sebelum dirilis ke publik. Jendela 30 hari ini lebih pendek dari rancangan sebelumnya yang memuat periode 90 hari — versi itu kemudian ditarik setelah mendapat tekanan dari para raksasa teknologi.

Perintah ini punya dua komponen utama. Pertama, lembaga federal dan operator infrastruktur kritis diperintahkan untuk mempercepat adopsi alat pertahanan siber berbasis AI untuk menghadapi lonjakan ancaman. Kedua, perusahaan AI diundang secara sukarela untuk memberikan akses ke model-model canggih mereka untuk ditinjau pemerintah sebelum model-model itu dirilis ke publik. Partisipasi bersifat sukarela, bukan kewajiban hukum.

AI Cybersecurity Clearinghouse

Badan Keamanan Infrastruktur Siber (CISA) ditugasi mendirikan clearinghouse berisi alat-alat keamanan siber berbasis AI. Clearinghouse ini bisa diakses oleh lembaga federal, otoritas negara bagian dan daerah, serta operator infrastruktur kritis seperti rumah sakit, bank komunitas, dan utilitas lokal.

Dalam 30 hari, sekretaris terkait diperintahkan memprioritaskan pertahanan siber sistem keamanan nasional. CISA harus mengeluarkan Binding Operational Directives untuk mempercepat pertahanan siber sistem sipil federal dan memperluas program keamanan siber berbasis AI. Dalam 60 hari, semua ketentuan utama harus mulai berjalan.

Perintah ini memprioritaskan penegakan hukum pidana terhadap serangan siber yang menggunakan AI, terutama yang menyasar infrastruktur kritis.

Apa Pemicunya?

Pemicu langsung adalah pengumuman Anthropic tentang Claude Mythos pada April 2026. Model itu mendemonstrasikan kemampuan mengidentifikasi dan mengeksploitasi ribuan kerentanan zero-day di seluruh sistem operasi utama dan peramban web utama ketika diarahkan oleh pengguna. Anthropic membatasi akses ke Mythos melalui program bernama Project Glasswing, menyerahkannya kepada sekitar 40 perusahaan termasuk Microsoft, Apple, Google, dan NVIDIA.

OpenAI tidak mau kalah. Mereka merespons dengan GPT-5.5 Cyber yang dirilis melalui platform keamanan siber bernama Daybreak. Platform itu menggabungkan GPT-5.5 dengan Codex Security untuk mengautomasi deteksi dan perbaikan kerentanan perangkat lunak.

Menyusul pengumuman Mythos, Menteri Keuangan Scott Bessent bersama mantan Ketua Federal Reserve Jerome Powell memimpin pertemuan mendesak dengan para eksekutif keuangan terkemuka untuk memahami potensi dampak tersebut terhadap sektor keuangan.

Bagaimana Negosiasi Saham dengan OpenAI?

Lebih dari setahun sebelum perintah eksekutif ini, CEO OpenAI Sam Altman sudah memulai pembicaraan dengan pemerintah AS tentang menyumbangkan sebagian saham kepada negara. Altman mengusulkan pembentukan apa yang OpenAI sebut “Public Wealth Fund” — gagasan yang memungkinkan warga Amerika berpartisipasi dalam pertumbuhan AI dengan menerima hasil dana tersebut secara langsung.

Trump sendiri membicarakan gagasan ini ketika berada di Air Force One bersama para pariwarta. “Ada konsep di mana bagian-bagian bisa diberikan kepada publik Amerika, di mana publik Amerika pada dasarnya menjadi mitra,“ujarnya. Trump juga menyebut pertemuan dengan perusahaan-perusahaan AI “dalam waktu sangat dekat.”

Pemerintah AS sudah lebih dulu mengambil saham di Intel, IBM, serta beberapa perusahaan teknologi kuantum dan mineral kritis selama periode jabatan keduanya. OpenAI saat ini berharga di atas 850 miliar dolar oleh investor swasta dan sedang bersiap untuk IPO pada tahun ini setelah menutup putaran pendanaan rekor pada Maret yang dipimpin bersama oleh MGX, dana yang didukung oleh sovereign wealth fund Abu Dhabi.

Reaksi dan Kritik

Versi perintah eksekutif yang awalnya direncanakan terbit pada 21 Mei dengan upacara penandatanganan yang menampilkan CEO-CEO dari perusahaan AI terkemuka harus dibatalkan di saat-saat terakhir setelah muncul penolakan dari para eksekutif teknologi. Ide lisensi untuk model AI frontier — gagasan yang disandingkan dengan persetujuan obat oleh FDA — tidak menemukan jalan di tengah resistensi industri.

Beberapa pengamat keamanan berpendapat kerangka sukarela ini tidak cukup ambisius. Namun kelompok industri menegaskan pendekatan ini sudah cukup proporsional. Bahasa yang digunakan dalam perintah itu sendiri menunjukkan filosofi yang mendasari keputusan tersebut — baris pertamanya menuliskan bahwa kepemimpinan AI AS sebagian karena penolakan untuk “mematikan inovasi ini dengan regulasi yang terlalu membebani.”

Laporan AI Index 2026 dari Stanford, dirilis April lalu, mencatat 362 insiden terkait AI pada 2025 — naik dari 233 pada 2024. Angka-angka ini menggambarkan kesenjangan yang semakin lebar antara apa yang sistem AI mampu lakukan dan seberapa siap institusi mengelolanya.

Laporan ini menunjukkan bahwa meskipun kemampuan AI melonjak tajam, infrastruktur tata kelola dan keamanan untuk mengelolanya belum mengejar. Artinya, risiko dari sistem yang semakin otonom dan perkasa itu nyata dan terus bertambah.

Sumber

  1. CSIS — “New Light-Touch Trump AI Cyber Executive Order Reveals Accelerationists Still Rule the Roost” (5 Juni 2026)
  2. CNBC — “Trump administration, OpenAI discussing possible government stake in the AI startup” (5 Juni 2026)
  3. PBS — “Trump signs executive order that allows voluntary federal vetting of top AI models” (2 Juni 2026)
  4. France 24 — “Trump signs order allowing AI companies to give government access to models before release” (2 Juni 2026)
  5. OpenAI — “Daybreak | OpenAI for Cybersecurity” (2026)
  6. Anthropic — “Project Glasswing: Securing critical perangkat lunak for the AI era” (7 April 2026)
  7. Stanford HAI — “AI Index 2026 Annual Report” (April 2026)
  8. A&O Shearman — “White House issues executive order on AI and cybersecurity” (3 Juni 2026)
  9. Skadden Arps — “New AI Executive Order Calls for Frontier Model Security, Early Government Access and AI-Enabled Cyber Defense” (9 Juni 2026)
  10. WhiteHouse.gov — “Promoting Advanced Artificial Intelligence Innovation and Security” (2 Juni 2026)
Bagikan artikel ini
Telegram WhatsApp Facebook X

Artikel Terkait

Sam Altman Setuju Perlambat AI: 1.100 Lebih Pekerja OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta Desak Pemerintah AS

Sam Altman Setuju Perlambat AI: 1.100 Lebih Pekerja OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta Desak Pemerintah AS

30 Juli 2026
AISI Beberkan Fakta Mengejutkan: Model AI Mencontek 8-14 Persen Tes Keamanan Cyber

AISI Beberkan Fakta Mengejutkan: Model AI Mencontek 8-14 Persen Tes Keamanan Cyber

30 Juli 2026
Perusahaan AI Merobek Buku Langka untuk Data Training, Hakim Nyatakan Itu Fair Use

Perusahaan AI Merobek Buku Langka untuk Data Training, Hakim Nyatakan Itu Fair Use

29 Juli 2026
← Kembali ke Beranda