Crusoe AI Kantongi Pendanaan $3 Miliar, Valuasi Tripel dalam 11 Bulan
Crusoe, startup yang membangun kampus pusat data untuk menopang beban kerja kecerdasan buatan, resmi menyelesaikan putaran pendanaan lebih dari $3 miliar pada 3 September 2026. Nilai valuasinya melonjak jadi sekitar $30 miliar — hampir tiga kali lipat dari angka $10 miliar yang disentuh Oktober tahun lalu saat mereka menutup pembiayaan seri E sebesar $1,375 miliar.
Angka itu bukan asal klaim. Bloomberg pertama kali memberitakan transaksi ini, lalu dikonfirm Reuters. Satu hari sebelum pengumuman pendanaan, Crusoe mengonfirmasi kontrak cloud raksasa: kesepakatan lima tahun dengan Jane Street, perusahaan perdagangan kuantitatif, senilai total sekitar $13 miliar untuk penyuplai GPU dan infrastruktur AI.
Lonjakan Valuasi dalam 11 Bulan
Berikut perjalanan pendanaan Crusoe:
| Putaran | Bulan/Tahun | Nilai | Valuasi |
|---|---|---|---|
| Series E | Oktober 2025 | $1,375 miliar | ~$10 miliar |
| Terbaru | September 2026 | >$3 miliar | ~$30 miliar |
Dalam waktu kurang dari satu tahun, valuation naik hampir tiga kali lipat. Untuk perusahaan yang belum melantai di bursa, ini lonjakan yang tidak biasa.
Atreides Management dan Valor Equity Partners menjadi ko-lead investor di putaran ini. Mubadala Capital, unit manajemen aset dana kekayaan sovereign Abu Dhabi, ikut berpartisipasi — investor yang sama yang sudah masuk di putaran Oktober lalu.
Dari Gasflare ke GPU Raksasa
Crusoe berdiri tahun 2018, didirikan oleh Chase Lochmiller dan Cully Caviness. Bisnis awalnya menangkap gas alam terbuang dari ladang minyak lalu mengubahnya menjadi daya untuk pusat data penambangan kripto. Pendekatan itu khas era kripto — mencari energi dari sumber yang terbuang.
Namun di awal 2025, Crusoe menjual unit penambangan bitcoinnya ke NYDIG dan resmi berpivot ke infrastruktur AI. Mereka merancang dan mengoperasikan kampus AI sendiri, bukan sekadar menyewa ruang server. Klien mereka kini termasuk Microsoft, Meta, Oracle, dan OpenAI — perusahaan yang butuh GPU dalam jumlah masif.
Kontrak $13 Miliar dan Percakapan IPO
Detail yang membuat valuasi $30 miliar masuk akal: Crusoe pada Juni 2026 mengumumkan kapasitas infrastruktur AI yang dikontrak sudah mencapai 4,9 gigawatt. Pipeline proyek mereka melewati 40 gigawatt.
Kontrak Jane Street sendiri berjangka lima tahun dengan nilai kontrak keseluruhan di level $13 miliar. Kesepakatan ini semacam pre-order kapasitas GPU jangka panjang — memberikan Crusoe visibilitas pendapatan yang jelas, sementara pembeli mendapat akses ke komputasi yang saat ini masih langka.
Selain soal kontrak, Axios memberitakan bulan lalu bahwa Crusoe sudah bertemu dengan Goldman Sachs, Morgan Stanley, JPMorgan, dan Bank of America untuk membahas IPO. Tidak ada tanggal pasti, tapi jejak pembicaraan itu memperkuat spekulasi bahwa perusahaan ini sedang mengarah ke pasar modal publik.
Mengapa Investor Suka Ini
Ada pola yang terus berulang di pasar modal 2026: uang institusional bersedia membayar mahal untuk perusahaan yang mengontrol energi. Mubadala Capital, Qatar Investment Authority, dan sovereign fund lainnya aktif karena mereka melihat infrastruktur AI sebagai asymmetric bet — siapa yang memiliki akses listrik lebih awal, dialah yang dapat antri untuk GPU.
Di sisi lain, model bisnis Crusoe unik: mereka tidak sekadar menyewakan server. Mereka membangun kampus sendiri, mengontrol perjanjian pembelian listrik, dan mengunci pelanggan dengan kontrak multi-tahun. Valuasi mereka dihitung bukan dari sekadar pendapatan berulang semata, tapi dari aset fisik dan antrean kontrak jangka panjang yang mereka miliki.
Startup infrastruktur AI lainnya, seperti Positron AI yang juga baru saja menutup $875 juta dengan valuasi $5 miliar, mendapat perhatian serupa. Namun skala Crusoe jauh lebih jumbo — $3 miliar versus $875 juta, dan valuasi $30 miliar versus $5 miliar.
Pelajaran dari Kasus Crusoe
Beberapa poin yang patut diperhatikan:
Pertama, pasar menilai infrastruktur AI dengan cara yang kini mirip infrastruktur energi — bersedia bayar untuk kepastian kapasitas. Kontrak jangka panjang semacam Jane Street $13 miliar menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan-perusahaan besar ingin booking GPU sebelum benar-benar dibutuhkan.
Kedua, berpivot dari kripto ke AI bukan sekadar ganti nama. Crusoe mempertahankan pendekatan energia-first mereka, bedanya skalanya sekarang berbeda. Mereka tidak membangun pusat data konvensional, tapi mencari lokasi yang memiliki akses listrik murah dan cukup.
Ketiga, IPO sudah di cakrawala. Berbeda dengan startup AI aplikasi yang masih jauh dari profitabilitas, infrastruktur AI sudah memiliki pendapatan yang dapat diprediksi. Dengan kontrak yang ditandatangani dan pipeline yang panjang, Crusoe memiliki kondisi keuangan yang lebih mudah dijelaskan ke pasar modal publik.
Perusahaan ini membuktikan bahwa uang yang mengalir ke AI bukan hanya ke model bahasa atau chatbots. Asupan infrastruktur yang mendasari semuanya — GPU dan listrik — juga sedang diburu investor dengan intensitas tinggi.
Sumber
- Bloomberg — “Crusoe Raises Over $3 Billion in Funding at $30 Billion Valuation” (September 3, 2026)
- TechCrunch — “Crusoe reportedly raises $3B at a $30B valuation” (September 3, 2026)
- Tech Funding News — “Crusoe raises $3B at $30B valuation after landing $13B Jane Street deal” (September 4, 2026)
- Nexi Fund — “Crusoe’s $3B Round Puts a $30B Price on Energy-First AI” (September 2026)
- Reuters — “AI chip startup Positron’s valuation skyrockets” (September 10, 2026)