OX Alpha: Model AI Misterius Gratis 1 Juta Token yang Bikin Repot Anthropic dan OpenAI
Model AI tanpa nama yang dijajakan gratis selama seminggu di OpenRouter berhasil menggeser posisi Claude Fable 5 dan GPT-5.6 Sol di berbagai benchmark coding. Tidak ada press release, tidak ada nama perusahaan, tidak ada konfirmasi resmi. Cukup sebuah tautan di OpenRouter bernama stealth/ox-alpha.
Apa Itu OX Alpha
OX Alpha muncul di OpenRouter pada 20 Agustus 2026, didaftarkan di bawah penyedia bernama “Stealth”. Tidak ada satu perusahaan pun yang mengklaim sebagai pembuatnya. OpenRouter sendiri secara eksplisit menyatakan hanya sebagai perute permintaan, bukan pengembang atau penyedia model.
Spesifikasi yang tercantum di halaman model:
| Spesifikasi | Nilai |
|---|---|
| ID Model | stealth/ox-alpha |
| Harga | Gratis ($0 per 1 juta token input dan output) |
| Context window | 1.048.576 token |
| Output maksimal | 131.072 token |
| Input | Teks, gambar, video |
| Output | Teks |
| Tool calling | Didukung |
| Reasoning | Wajib, tiga level: low, high, max |
| Latensi median | 3,15 detik |
| Throughput | ~30 token per detik |
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh OpenRouter, tingkat uptime model ini tercatat 99,99 persen dalam tiga hari pertama setelah peluncuran.
Angka yang Viral: 80 Persen di DeepSWE
Angka yang membuat OX Alpha viral di kalangan developer berasal dari pengujian independen yang dilakukan oleh peneliti Ben Davis pada 21 Agustus 2026. Davis menjalankan OX Alpha melalui DeepSWE, benchmark coding yang menguji kemampuan model dalam menyelesaikan tugas teknik perangkat lunak yang kompleks. Hasilnya: 80 persen Pass@1 pada 10 tugas pertama.
Untuk memahami angka ini dengan tepat, perbandingan yang sama pada model lain memberikan konteks. Claude Fable 5 mencatat 65 persen, GLM-5.3 sebesar 62 persen, dan GPT-5.6 Sol hanya 52 persen pada pengujian yang sama.
Davis kemudian menjalankan pengujian pada seluruh rangkaian 113 tugas DeepSWE. Hasilnya turun menjadi sekitar 63 persen, setara dengan GPT-5.6 Sol mid dan sedikit di bawah Claude Fable 5 pada 65 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pada sampel kecil, satu tugas saja bisa mengubah skor 10 poin persentase. Davis sendiri menyebut hasil 63 persen sebagai angka yang “lebih masuk akal.”
OX Alpha juga melewati tugas deterministik “meriyah-explicit-resource-declarations” dalam sekali percobaan, sesuatu yang tidak berhasil dilakukan oleh GLM-5.3, GPT-5.6 Sol, dan Grok 4.6 dengan skor 0 dari 4 pada tugas yang sama.
Diterapkan di Produksi dalam Hitungan Hari
Indikator yang lebih dapat diandalkan dibanding benchmark sintetis adalah apa yang dilakukan developer secara nyata. Dalam beberapa hari pertama setelah peluncuran, dua harness coding berbasis agentic telah memproses lebih dari 9 miliar token masing-masing melalui OX Alpha: Claude Code dari Anthropic dan Hermes Agent dari Nous Research. Tingkat adopsi ini terjadi secara sukarela, bukan karena mandate atau insentif.
Berdasarkan halaman usage publik OpenCode yang diambil pada 21 Agustus 2026, OX Alpha sudah menduduki peringkat 6 berdasarkan volume token, dengan 1,8 triliun token yang diamati, 57 ribu pengguna unik, dan 865 ribu sesi yang diselesaikan. Rata-rata sesi menggunakan 2,1 juta token, dengan 94 persen token input di-cache. Dalam tempo tiga hari, model ini naik ke peringkat 2 di OpenCode.
Top aplikasi berdasarkan konsumsi token meliputi Hermes Agent, Claude Code, dan ZCode. Ini menunjukkan model ini langsung digunakan untuk beban kerja coding sungguhan, bukan sekadar dicek oleh curiosity belaka.
Analisis Forensik: Kemungkinan Besar GLM-5.5 Bikinan Zhipu AI
Meskipun tidak ada konfirmasi resmi, analisis forensik dari beberapa peneliti independen memberikan gambaran yang cukup konsisten.
Ben Davis, peneliti independen yang menjalankan pengujian benchmark awal, menyatakan dirinya “99 persen yakin” bahwa OX Alpha berasal dari seri GLM-5.x bikinan Zhipu AI. Buktinya mencakup tiga lapisan:
Pertama, pola konsumsi token encoder video pada OX Alpha identik dengan GLM-5V-Turbo pada empat set pengujian. MiMo v2.5, Qwen 3.8 Max, dan GLM-4.6V menunjukkan karakteristik encoding yang berbeda.
Kedua, tokenizer OX Alpha cocok persis dengan GLM-5.3 pada 95 dari 95 probe yang dijalankan oleh peneliti lain. Model non-GLM terbaik hanya cocok pada 46 probe.
Ketiga, ketika menerima permintaan yang salah formato, OX Alpha, GLM-5.3, GLM-5.2, dan GLM-5V-Turbo semuanya mengembalikan kode error yang sama persis, yaitu 1214 dengan pesan “Incorrect role information”. Tidak ada model lain yang membagikan pola error ini.
Seorang developer dengan handle Chetaslua juga mengirim permintaan yang tidak valid ke OX Alpha dan mendapatkan stack trace Java yang menyebutkan class internal com.wd.paas.api.domain.v4.chat.ChatCompletionRequest — sebuah pola yang cocok dengan struktur API Zhipu AI di Z.ai.
Perlu dicatat bahwa tidak satu pun dari petunjuk ini yang merupakan konfirmasi resmi. Namun polanya cukup konsisten: OX Alpha adalah model stealth kelima yang muncul di OpenRouter dalam enam bulan terakhir. Keempat model stealth sebelumnya pada akhirnya diklaim oleh perusahaan AI asal China juga, semuanya dari China juga: GLM-5 dari Zhipu AI, MiMo-V2-Pro dari Xiaomi, Ling-2.6-flash dari Ant Group, dan LongCat-2.0 dari Meituan.
Masalah Privasi yang Perlu Diperhatikan
Ada satu detail yang membuat para developer harus berpikir dua kali sebelum mengirim kode produksi ke OX Alpha.
Di OpenCode, model ini disertai dengan kebijakan zero-retention yang tegas: penyedia tidak menyimpan data prompt atau completion, dan data tersebut tidak digunakan untuk pelatihan model. Ini tercantum secara eksplisit di halaman privasi OpenCode Zen.
Di OpenRouter, pernyataan di halaman model OX Alpha berbunyi berbeda: prompt dan completion disimpan oleh penyedia anonim, meskipun tidak digunakan untuk pelatihan. Ini berarti ada pihak yang tidak dikenal yang menyimpan salinan setiap input yang dikirimkan ke model.
Untuk kode open source, repository yang sudah dibersihkan, atau spike evaluasi, perbedaan ini tidak menjadi masalah besar. Untuk kode proprietary, rahasia dagang, atau beban kerja produksi yang berisi data sensitif, menyimpan salinan ke pihak ketiga yang tidak teridentifikasi adalah risiko yang nyata.
Developer yang concerned dengan masalah privasi sebaiknya menggunakan ID model dari OpenCode yang menyertakan zero-retention, bukan ID dari OpenRouter.
Apa yang Terjadi Setelahnya
Berdasarkan pola dari model stealth sebelumnya, ada dua kemungkinan skenario setelah periode gratis berakhir. Model bisa tiba-tiba menghilang dari OpenRouter begitu identitas aslinya bocor ke publik, atau akan rebranding dengan nama resmi dan harga komersil saat diluncurkan secara umum. Sisa waktu periode gratis tinggal beberapa hari lagi.
OX Alpha menunjukkan bahwa seseorang di luar perhatian publik telah membangun model reasoning berkonteks sangat besar yang kompetitif dengan model premium dari Anthropic dan OpenAI. Cukup menarik perhatian pasar dalam 72 jam agar dua harness coding agentic tanpa ada yang tahu siapa yang membangunnya.
Para developer yang tertarik sebaiknya bertindak cepat selama periode gratis masih berlaku, sambil memperhitungkan implikasi privasi yang telah disebutkan.
Sumber
- The Cherry Creek News — “Ox Alpha: Anonymous 1M-Context Model Hits No. 2 on OpenCode in Three Days” (22 Agustus 2026)
- ByteITOA — “Ox Alpha Is Free This Week and Beating GPT-5.6 at Coding — Here Is What Developers Should Know” (21 Agustus 2026)
- Edgen.tech — “Mysterious Ox Alpha beats Claude Fable 5 with 80% coding score” (21 Agustus 2026)
- OpenRouter — Ox Alpha Model Page (20 Agustus 2026)
- Developers Digest — “Ox Alpha on OpenCode: The Free Stealth Model, Specs, Privacy Split, and How to Run It” (21 Agustus 2026)
- Syntax and Signal — “Ox Alpha AI: Free 1M Context Reasoning Model” (21 Agustus 2026)