Manus Kembali Mandiri: China Paksa Meta Batalkan Akuisisi $2 Miliar
Perusahaan agentik AI asal China, Manus, akan kembali menjadi perusahaan mandiri. Pengumuman ini disampaikan pada 11 Agustus 2026, setelah regulator China melalui National Development and Reform Commission (NDRC) memaksa Meta untuk membatalkan akuisisi yang diumumkan Desember 2025 lalu.
Apa Itu Manus
Manus adalah platform AI agentik serbaguna yang mampu menjalankan tugas kompleks secara otonom — mulai dari riset pasar, penjadwalan perjalanan, hingga menulis dan mengeksekusi kode secara mandiri. Manus bekerja dengan model “virtual computer”-nya sendiri: sebuah komputer virtual terisolasi yang memiliki sistem file, terminal, dan browser Chromium headless. Agen ini bisa mengetik, mengklik tombol, mengisi formulir, dan membaca halaman web persis seperti manusia.
Didirikan di Beijing pada 2022, Manus kemudian pindah markas ke Singapura — upaya yang dijuluki “Singapore washing” oleh para pengamat, supaya bisa menghindari regulasi China. Dalam delapan bulan setelah peluncuran publik awal 2025, Manus sudah mencapai $100 juta ARR (annual recurring revenue), menjadikannya salah satu startup AI dengan pertumbuhan tercepat.
Akuisisi oleh Meta
Pada akhir Desember 2025, Meta mengakuisisi Manus dengan valuations lebih dari $2 miliar — salah satu akuisisi terbesar di sektor AI agentik saat itu. Mark Zuckerberg mengatakan teknologi Manus akan diintegrasikan ke seluruh produk Meta, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Meta AI.
Para pendiri Manus — Xiao Hong dan Ji Yichao — langsung join Meta, dengan Xiao Hong melaporkan langsung ke COO Meta Javier Olivan sebagai Vice President. Sekitar 100 karyawan Manus dipindahkan ke kantor Meta di Singapura.
Regulator China Bergerak
Tapi regulator China tidak diam. NDRC membuka investigasi terhadap akuisisi ini pada Maret 2026 — saat itulah Xiao Hong dan Ji Yichao dilarang meninggalkan China. Pada 27 April 2026, NDRC secara resmi memerintahkan Meta untuk membatalkan akuisisi Manus, dengan alasan Manus tetap tunduk pada yurisdiksi China karena para pendirinya berkebangsaan China dan teknologi inti perusahaan berasal dari China.
China mengklasifikasikan algoritma AI sebagai “teknologi yang dibatasi untuk ekspor” (restricted export technology). Perjanjian trans batas negara mengharuskan lisensi dan penilaian keamanan data. Pindah ke Singapura tidak mengubah apa-apa.
Ini bukan sekadar deal yang diblokir — ini adalah “forced unwinding,” pembatalan akuisisi yang sudah berjalan berbulan-bulan. Kode sudah diintegrasikan, karyawan sudah join, sistem sudah terhubung. Proses pemisahan menjadi mimpi buruk logistik.
Apa yang Terjadi Sekarang
Meta sudah memutus akses karyawan Manus dari sistem data internal dan melarang karyawan Meta menggunakan tools Manus. Proses pemisahan ini mendekati selesai.
Pada 11 Agustus, Manus mengirim pemberitahuan ke pengguna bahwa data yang dibuat sejak 29 Desember 2025 — tanggal akuisisi diumumkan — akan dihapus. Pengguna memiliki waktu hingga 22 Agustus 2026 pukul 19:59 EDT untuk melakukan backup. Data dihapus antara 23-24 Agustus, dan pengguna bisa mengembalikan data mereka mulai 25 Agustus. Manus tidak memungut biaya selama periode backup.
Tencent Masuk?
Menurut Reuters, Tencent — raksasa game dan internet China — sedang dalam pembicaraan untuk menjadi pemegang saham terbesar Manus. Ini akan menempatkan Manus kembali di tangan perusahaan China, tapi dengan dynamics yang berbeda: Tencent sudah memiliki ekosistem AI dan tidak memiliki hambatan regulasi yang sama dengan Meta.
Apa Artinya bagi AI Global
Kasus Manus membuktikan bahwa “Singapore washing” sudah mati jako strategi untuk menghindari regulasi China. Offshore incorporation tidak melindungi deal dari otoritas Beijing selama founders, talenta, atau intellectual property trace back ke China.
Bagi investor dan startup, ini jadi sinyal keras: asal-usul founders China sekarang adalah red flag untuk exit strategy. Akuisisi oleh perusahaan AS tidak lagi aman meskipun target sudah relocate ke luar China.
Ini juga berlaku dua arah. Amerika membatasi hardware ke China. China membatasi talenta dan algoritma AI ke Amerika. Kasus Manus adalah buktinya — perang teknologi AI bukan lagi soal tarif atau dagang, tapi soal siapa yang mengontrol infrastruktur kecerdasan buatan.
Manus akan segera kembali beroperasi sebagai perusahaan mandiri. Tapi pertanyaan besarnya: apakah Meta sudah belajar cukup dari 8 bulan bekerja sama untuk membangun sesuatu yang comparable sendiri? Atau apakah mereka harus merelakan Manus kembali ke tangan China?
Sumber
- The Register — “Zuck’s Chinese agentic prey escapes, will resume standalone ops” (12 Agustus 2026)
- South China Morning Post — “Facebook parent Meta to unwind US$2 billion Manus AI deal after Beijing block” (12 Agustus 2026)
- Caixin Global — “Manus Cuts Ties With Meta as Tencent Emerges as Top Backer” (12 Agustus 2026)