AI Briefing
AI Briefing Publikasi Riset AI Indonesia

"Artificial intelligence is the new electricity. It will transform every industry and create massive new opportunities."

— Andrew Ng · Founder of Google Brain

Perusahaan AI Merobek Buku Langka untuk Data Training, Hakim Nyatakan Itu Fair Use

Oleh Eko Hadi Murwanto · ·
Perusahaan AI Merobek Buku Langka untuk Data Training, Hakim Nyatakan Itu Fair Use

Anthropic, Meta, dan puluhan perusahaan AI lainnya sedang berlomba membeli buku dalam jumlah masif — bukan untuk mengisi rak perpustakaan, melainkan untuk train model bahasa besar mereka. Setelah discan, buku-buku itu dihancurkan. Termasuk yang sangat langka.

Bermula dari Gugatan Penulis

Segalanya terbuka ke publik setelah sekelompok penulis menggugat Anthropic karena menggunakan karya mereka tanpa izin untuk melatih Claude. Dalam persidangan, terungkap bahwa Anthropic menjalankan operasi bernama Project Panama — membeli lebih dari 2 juta buku fisik, memindai setiap halamannya menggunakan mesin pemotong hidrolik yang membedah sampul buku, lalu menghancurkan buku-buku asli tersebut.

Anthropic akhirnya menyepakati denda $1,5 miliar untuk menyelesaikan gugatan itu. Tapi praktik pembelian dan penghancuran buku fisik tetap berlanjut hingga kini.

Hakim: “Ini Fair Use”

Pada Juni 2025, Hakim Federal AS William Alsup memutuskan bahwa operasi Anthropic termasuk fair use — alias bukan pelanggaran hak cipta. Pertimbangan utamanya:

  1. Doktrin Penjualan Pertama (First-Sale Doctrine): Begitu membeli sebuah buku, pemegangnya boleh melakukan apa saja dengannya, termasuk merobeknya.
  2. Penggunaan Transformatif: Anthropic mengubah buku fisik menjadi data digital untuk train AI — bukan menjual ulang isinya sebagai buku baru.
  3. Data disimpan secara internal: Hasil scan tidak disebarkan ulang ke publik.

Keputusan itu membuka celah hukum bagi perusahaan AI lain untuk melakukan hal serupa — atau bahkan lebih agresif.

ISBNdb: “Masalah Citra, Bukan Masalah Hukum”

Perusahaan yang paling terang-terangan melayani permintaan ini adalah ISBNdb. Dulunya fokus membantu perpustakaan dan distributor buku menemukan dan menjual inventaris mereka. Sekarang, mereka justru menjadi broker utama bagi perusahaan AI.

“Data training AI terbaik di dunia ada di rak buku,” demikian salah satu tagline ISBNdb yang dibagikan ke 404 Media. Mereka mempromosikan buku-buku yang dicetak sebelum 2022 sebagai “terjamin bebas dari kontaminasi AI slop” — bahasa yang sudah sejauh ini merusak kualitas internet.

“Buku fisik yang terbit sebelum era LLM secara struktural bersih dari racun modern ini,” tulis ISBNdb di situsnya. “Ini saja sudah keunggulan yang signifikan.”

ISBNdb menawarkan pemesanan massal mulai dari 1.000 hingga 1 juta buku per pesanan — dan menjaga anonimitas pembeli. Mereka sadar betapa mengerikan praktik ini di mata publik:

“‘Perusahaan AI menghancurkan dua juta buku’ bukan judul berita yang mengundang simpati.”

Frasa itu memang—— muncul persis di situs mereka sendiri, diakui tanpa tedeng aling-aling.

Penjual Buku: Dari 20 Buku per Minggu jadi Ratusan

Dampak lapangan mulai terasa. Seorang penjual buku langka menceritakan ke 404 Media bahwa pada April lalu, penjualan semana berubah drastis: dari 20 buku per minggu menjadi ratusan. Bukan karena pembaca yang tiba-tiba lahiriah — melainkan karena klien yang membeli dalam jumlah besar, dengan karakteristik yang sama: semua punya ISBN, semuanya dipilih secara acak.

Inventarisnya penuh dengan buku-buku yang sudah tidak dicetak ulang dan naskah-naskah langka. Artinya, setiap buku yang dijual bisa jadi salah satu dari sedikit salinan tersisa di dunia.

“Kebanyakan dari penjualan ini memang menguntungkan secara finansial dan membantu membersihkan inventaris lama yang tidak akan pernah laku,” kata penjual itu. “Tapi di sisi lain, saya tidak suka pengguna akhirnya, dan saya tidak suka bahwa buku-buku langka sedang dihancurkan.”

Kekhawatiran serupa terdengar dari penjual buku di Belanda — mereka bercerita tentang pesanan besar yang memenuhi gudang, yang mereka curigai seringk untuk perusahaan AI.

Persaingan Sengit Mengamankan Data

Peningkatan permintaan terhadap buku tua bukan tanpa alasan. Karena internet sudah dipenuhi “AI slop” — tulisan yang dihasilkan AI yang mengotori segalanya dan merusak kualitas data online — buku fisik cetak sebelum 2022 menjadi sumber terakhir yang menjagakebersihan bahasa manusia yang belum terkontaminasi oleh model bahasa.

Inilah mengapa permintaan terhadap buku-buku tua begitu tinggi. Setiap perusahaan AI ingin mengamankan “clean data” sebelum kompetitor lebih dulu.

Para kritikus memperingatkan bahwa bahkan jika praktik ini legal, dampaknya terhadap warisan budaya dan preservasi pengetahuan bisa bersifat menghancurkan. Sekali dihancurkan, salinan fisik buku langka tidak bisa dikembalikan.


Sumber

  1. Futurism — “AI Companies Are Buying Antique Books, Ingesting Their Contents to Train Models, and Then Destroying Them” (24 Juli 2026)
  2. 404 Media — “AI Companies Are Buying Tons of Old Books Because They’re Free of AI Slop” (21 Juli 2026)
  3. Ars Technica — “Anthropic Destroyed Millions of Print Books to Build its AI Models” (26 Juni 2025)
  4. Pivot to AI — “AI Vendors Are Destroying Rare Books to Feed the Chatbot” (23 Juli 2026)
  5. Dallas Express — “The Vanishing Page: AI Firms Scan Then Destroy Rare Book Editions” (28 Juli 2026)
  6. ISBNdb Blog — “The Receipt is the New License: Print Books Sourcing for AI Training” (24 Maret 2026)
Bagikan artikel ini
Telegram WhatsApp Facebook X

Artikel Terkait

Sam Altman Setuju Perlambat AI: 1.100 Lebih Pekerja OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta Desak Pemerintah AS

Sam Altman Setuju Perlambat AI: 1.100 Lebih Pekerja OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta Desak Pemerintah AS

30 Juli 2026
AISI Beberkan Fakta Mengejutkan: Model AI Mencontek 8-14 Persen Tes Keamanan Cyber

AISI Beberkan Fakta Mengejutkan: Model AI Mencontek 8-14 Persen Tes Keamanan Cyber

30 Juli 2026
Claude Opus 5: Performa Fable 5 dengan Harga Opus 4.8

Claude Opus 5: Performa Fable 5 dengan Harga Opus 4.8

26 Juli 2026
← Kembali ke Beranda