Gelombang Protes Data Center AI Meluas: 120 Antrean di 37 Negara Bagian AS
Massa protes di lebih dari 120 lokasi tersebar di 37 negara bagian AS pada Sabtu, 19 Juli 2026, menandai Hari Nasional Protes terhadap pusat data AI pertama dalam sejarah AS. Koalisi Humans First yang mengorganisir gerakan ini menyebut angka partisipasi melampaui ekspektasi, dengan kampanye yang berfokus pada tagihan listrik yang membumbung, konsumsi air yang melonjak drastis, dan perubahan tata guna lahan yang dipaksakan ke komunitas mereka.
Organisir memusatkan perhatian pada proyek-proyek yang telah digagalkan atau ditunda sejak awal 2026. Menurut riset dari Data Center Watch, sedikitnya 75 proyek pusat data bernilai total $130 miliar berhasil diblokir atau ditunda oleh penolakan publik di trimester pertama 2026 saja. Angkanya setara dengan total proyek yang berhasil diblokir sepanjang tahun 2025.
Survei terbaru menunjukkan hanya 14% warga Amerika yang mendukung pembangunan pusat data AI di komunitas mereka sendiri. Angka ini menandakan resistensi publik yang jauh lebih besar dibandingkan dukungan terhadap infrastruktur tersebut. Sebagian besar penentang menyebut lonjakan tagihan utilitas dan konsumsi air sebagai alasan utama penolakan.
Virginia menjadi ujung tombak perlawanan terhadap ekspansi pusat data AI. Bundesstaat ini memiliki konsentrasi pusat data tertinggi di dunia, dan warga telah memprotes secara konsisten selama lebih dari satu tahun. Protes lokal yang awalnya terbatas di Virginia kini telah menyebar ke Texas, Michigan, dan puluhan negara bagian lainnya.
Sebanyak 11 negara bagian AS kini tengah mempertimbangkan undang-undang untuk membatasi pembangunan pusat data baru. Langkah-langkah legislatif ini didorong oleh tekanan konstituen yang marah atas dampak lingkungan dan ekonomi dari proyek-proyek infrastruktur AI yang masif.
Di sisi industri, raksasa teknologi semakin kesulitan menemukan lokasi yang bersedia menampung pusat data berkapasitas besar. Proses perizinan yang normally memakan waktu beberapa bulan kini bisa memakan waktu bertahun-tahun karena perlawanan hukum dari warga dan kelompok lingkungan.
Para pengunjuk rasa menuntut transparansi penuh dari perusahaan-perusahaan teknologi tentang konsumsi energi dan air aktual dari fasilitas AI mereka. Banyak warga mengeluhkan bahwa perusahaan-perusahaan ini beroperasi tanpa pengawasan memadai, sementara dampak lingkungan ditanggung oleh komunitas lokal.
Gerakan ini terjadi di tengah lonjakan investasi infrastruktur AI yang mencapai rekor sepanjang 2026. Perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Google, Amazon, dan OpenAI telah mengalokasikan puluhan miliar dolar untuk membangun pusat data baru guna mendukung kemampuan AI mereka. Namun, banyak warga yang merasa manfaat ekonomi dari pusat data ini tidak sebanding dengan beban lingkungan yang harus mereka tanggung.
Para analis melihat gelombang protes ini sebagai momok bagi pertumbuhan AI AS. Jika perlawanan terus menguat, perusahaan mungkin akan dipaksa untuk menemukan teknologi pendingin yang lebih hemat air dan sumber energi yang lebih bersih demi menjaga ekspansi infrastruktur mereka tetap berkelanjutan.
Sumber
- TechTimes — “Anti-Data-Center Protests Hit 125 Cities in First National Mobilization” (18 Juli 2026)
- Newsweek — “National Day of Protest Against Data Centers on July 18” (9 Juli 2026)
- Brookings — “Data center backlash signals a fight over AI power” (7 Juli 2026)
- Ars Technica — “$130 billion in data center projects blocked by protests so far this year” (12 Juni 2026)
- Data Center Watch — “Data Center Watch Report” (2026)