OpenAI Resmi Ajukan IPO, Tapi Masih Bakar Uang Raksasa
OpenAI resmi mengajukan pendaftaran IPO ke regulator pasar modal Amerika Serikat pada 8 Juni 2026, langkah yang dinantikan pasar modal global untuk salah satu perusahaan AI paling terkenal di dunia. Perusahaan di belakang ChatGPT ini menyerahkan dokumen S-1 secara rahasia ke Securities and Exchange Commission (SEC), membuka jalan bagi debutnya di bursa saham yang ditargetkan pada September 2026.
Valuasi yang dibidik OpenAI sangat besar, menembus angka $852 miliar berdasarkan putaran pendanaan terakhir pada Maret 2026 yang mengumpulkan $122 miliar. Investor percaya bahwa OpenAI bisa mencapai valuasi $1 triliun atau lebih saat debut di bursa, menjadikannya salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal Amerika.
Pendapatan Besar Tapi Tetap Rugi
Meskipun menghasilkan pendapatan sekitar $2 miliar per bulan dari ChatGPT dan layanan enterprise, OpenAI tetap beroperasi jauh di bawah titik impas. Laporan menunjukkan bahwa perusahaan kehilangan $1,22 untuk setiap dolar pendapatan yang dihasilkan, yang berarti margin operasional negatif mencapai 122 persen. Ini adalah paradoks yang jarang terlihat di dunia teknologi.
Proyeksi keuangan menyebut OpenAI bisa membukukan kerugian hingga $14 miliar sepanjang 2026. Untuk periode 2023 hingga 2028, akumulasi kerugian diperkirakan mencapai $44 miliar. Angka-angka ini menggambarkan skala investasi masif yang sedang dilakukan perusahaan untuk mengembangkan dan melatih model AI generatif canggih.
Komponen terbesar dalam biaya operasional OpenAI adalah pengeluaran untuk komputasi. Pada 2028, belanja ini diproyeksikan mencapai $122 miliar untuk infrastruktur komputasi saja. Arus kas negatif diperkirakan mencapai $85 miliar, angka yang menunjukkan betapa agresifnya OpenAI membakar uang tunai untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin AI.
Misi AGI dan Keunggulan Pesaing
Di tengah tekanan untuk menjadi menguntungkan, OpenAI tidak mengubah missinya. Perusahaan tetap berpegang pada tujuan awal mereka untuk mengembangkan Kecerdasan Buatan Umum atau AGI, yaitu AI yang mampu melakukan sebagian besar pekerjaan intelektual yang bisa dilakukan manusia. Janji ini tertulis dalam dokumen S-1 yang diajukan ke SEC.
Keunggulan utama OpenAI terletak pada posisinya sebagai pelopor. ChatGPT adalah produk AI konsumen yang paling banyak digunakan di dunia, dan mereknya hampir menyatu dengan konsep AI itu sendiri di mata publik. Jika ada perusahaan yang bisa menghasilkan uang dari AI secara masif, OpenAI ada di posisi terbaik untuk melakukannya.
Perbandingan dengan kompetitor cukup menarik. Anthropic, perusahaan di belakang Claude, juga sedang mempersiapkan IPO dengan valuasi yang jauh lebih kecil namun dengan profitabilitas yang hampir tercapai. SpaceX milik Elon Musk juga direncanakan IPO dengan valuasi $1,75 triliun. combined, total pipeline IPO di sektor AI pada 2026 diperkirakan mencapai $3,6 triliun.
Kekhawatiran dan Peluang bagi Investor
Sarah Friar, Chief Financial Officer OpenAI, menyampaikan kejelasan mengenai kondisi perusahaan saat ini. Mereka mengakui bahwa 2026 adalah tahun yang berat secara finansial namun juga strategis. Profitabilitas ditargetkan tercapai pada 2029, memberikan gambaran kepada investor tentang kapan mereka bisa mulai mengharapkan pengembalian.
Pertumbuhan jumlah pengguna berbayar ChatGPT mencapai 50 juta, angka yang mengesankan namun menunjukkan bahwa pertumbuhan mulai melambat setelah lonjakan awal yang sangat cepat. Ini menjadi perhatian tersendiri bagi investor yang mengharapkan pertumbuhan eksponensial tanpa batas.
Bagi investor ritel yang mempertimbangkan untuk membeli saham OpenAI saat IPO, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sisi positifnya, OpenAI memiliki keunggulan pelopor yang sangat kuat dan sudah membangun merek yang langsung dikenal di seluruh dunia. Namun di sisi negatif, struktur kerugian yang sangat besar dan waktu pencapaian keuntungan yang masih jauh menjadi risiko yang tidak bisa diabaikan.
Para analis membagi pendapat tentang prospek jangka panjang. Pihak yang mendukung melihat potensi pendapatan dari API, enterprise contracts, dan langganan ChatGPT yang bisa melonjak drastis jika adopsi AI terus meningkat. Yang berwaspada memperingatkan bahwa biaya infrastruktur komputasi bisa terus naik dan kompetitor seperti Google, Anthropic, serta open-source bisa menggerus pangsa pasar OpenAI lebih cepat dari yang diprediksi.
Sumber
- TechCrunch — “Following Anthropic, OpenAI files confidentially for IPO” (8 Juni 2026)
- The Guardian — “OpenAI IPO files for public stock market” (8 Juni 2026)
- AI Weekly — “OpenAI files confidential IPO targeting $850B valuation” (8 Juni 2026)
- Bloomberg — “OpenAI valued at $852 billion after completing $122 billion round” (31 Maret 2026)
- The Decoder — “OpenAI plans to merge ChatGPT, Codex, and Atlas browser into a single desktop superapp” (7 Juni 2026)