AI Briefing
AI Briefing Publikasi Riset AI Indonesia

"Artificial intelligence is the new electricity. It will transform every industry and create massive new opportunities."

— Andrew Ng · Founder of Google Brain

RUU Great American AI Act: Trahan dan Obernolte Dorong Federal Preemption 3 Tahun untuk AI

Oleh Eko Hadi Murwanto · ·
RUU Great American AI Act: Trahan dan Obernolte Dorong Federal Preemption 3 Tahun untuk AI

Dua anggota Kongres AS dari dua partai berbeda — Republican Jay Obernolte dari California dan Democrat Lori Trahan dari Massachusetts — resmi menyerahkan discussion draft Undang-Undang yang mereka sebut Great American AI Act pada Kamis, 4 Juni 2026. Dokumen ini sepanjang 269 halaman dan merupakan percobaan paling ambisius dari Kongres untuk mengatur AI secara federal.

Inti dari rencana ini: perusahaan AI yang mengembangkan model dengan kapabilitas di atas ambang tertentu wajib menjalani audit keselamatan independen setiap tahun. Ini termasuk perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta yang selama ini relatif bebas beroperasi tanpa pengawasan federal yang terstruktur.

Mengapa Perusahaan AI Tidak Menyukai Rencana Ini

Tapi ada satu ketentuan yang langsung menarik reaksi keras dari berbagai pihak: preemption 3 tahun terhadap undang-undang negara bagian.

Artinya, kalau UU ini jadi disahkan, maka selama tiga tahun ke depan negara bagian tidak boleh bikin aturan baru tentang AI. Semua hukum negara bagian yang sudah ada — termasuk perlindungan konsumen di Colorado, California, Texas, dan Illinois — bakal dibekukan. Jendela yang sama, dan tidak bisa menambahkan yang baru sampai federal menyelesaikan kerangka kerja mereka.

Untuk perusahaan AI, ini memang berita bagus. Mereka bisa beroperasi dengan satu set aturan nasional, tidak perlu compliance dengan belasan peraturan negara bagian yang berbeda-beda. Itu jelas lebih murah dan lebih sederhana.

Tapi buat perlindungan konsumen? Pendapatannya beda. Josh Golin dari Fairplay bilang langkah ini justru berbahaya.

“RUU ini tidak cukup untuk melindungi keluarga Amerika dari bahayanya AI canggih,” tulis Golin dalam pernyataan resminya, beberapa jam setelah draft dirilis.

Audit Keselamatan yang Ditawarkan

Di luar masalah preemption, draft ini memang punya beberapa ketentuan yang substantive. Perusahaan yang mengembangkan model dengan compute di atas ambang tertentu wajib melakukan audit keselamatan setiap tahun oleh pihak ketiga independen. Hasil audit nggak harus dipublish ke publik, tapi harus diserahkan ke pemerintah federal.

Ada juga ketentuan untuk mendanai upgrade perangkat lunak open source. Maintainer project open source yang selama ini sering nggak punya sumber daya untuk keamanan bisa mengajukan dana untuk memperbaiki kerentanan di library mereka. Pada saat yang sama, ketentuan workforce bertujuan untuk melatih ulang pekerja yang pekerjaannya tergantikan oleh AI.

Trump sendiri telah menandatangani executive order seminggu sebelumnya untuk membangun kerangka kerja sukarela bagi review pra-rilis model AI oleh agensi federal. Kesepakatan bipartisan ini muncul hanya beberapa hari setelah itu.

Reaksi dari Berbagai Kubu

Sehari setelah release, reaksi masihcampuran. Bisnis dan perusahaan teknologi pada dasarnya mendukung langkah ini karena mengurangi kompleksitas regulasi. Tapi kelompok konsumen, serikat pekerja, dan bahkan beberapa Demokrat di House langsung menyatakan penolakan.

Center for AI and Digital Policy sudah mengeluarkan statement bahwa draft ini masih kurang dalam hal accountability dan transparansi. Mereka juga mengkritik ketentuan yang membekukan hukum negara bagian tanpa jaminan bahwa perlindungan federal akan segera menggantikan fungsi perlindungan tersebut.

Yang menarik: ketentuan preemption ini bukan pertama kalinya Trahan menghadapi masalah serupa. Seperti yang dicatat oleh Roll Call, Trahan sebelumnya juga menghadapi kritik similar ketika membahas preemption di undang-undang sebelumnya. Kemungkinan dinamika politik di Washington membuat ia mengambil pendekatan yang lebih cautious kali ini dengan tetap melibatkan berbagai pihak dari dua partai.

Apa yang Terjadi Sekarang

Draft ini masih dalam tahap discussion. Artinya belum masuk voting dan masih jauh dari menjadi undang-undang. Proses legislasi di Kongres biasanya memakan waktu berbulan-bulan, dan dengan opposition yang kuat dari berbagai arah, peluangnya masih sulit diprediksi.

Yang jelas, ini adalah salah satu dari banyak drafts dan frameworks AI yang beredar di Kongres tahun ini. Regulasi AI di AS masih dalam fase mencari bentuk — siapa yang boleh menghasilkan apa, siapa yang bertanggung jawab ketika AI menyebabkan kerugian, dan bagaimana memastikan Amerika tetap kompetitif di tengah kompetisi global — semua masih dalam perdebatan.

Kita akan lihat apakah discussion draft ini jadi titik awal untuk undang-undang yang benar-benar binding, atau sekadar kertas lain yang hilang dalam tumpukan proposal AI di Capitol Hill.

Sumber

  1. Roll Call — “Bipartisan AI draft proposes three-year preemption of state laws” (4 Juni 2026)
  2. The Verge — “Microsoft’s first reasoning model hints at what’s next for Copilot” (2 Juni 2026)
  3. Center for AI and Digital Policy — Great American AI Act Coverage (2026)
  4. The White House — Executive Order on Federal Agency AI Reviews (Mei 2026)
Bagikan artikel ini
Telegram WhatsApp Facebook X

Artikel Terkait

Trump Approved GPT-5.6: Dari Minta OpenAI Lambat 2 Minggu, Akhirnya Diizinkan Rilis

Trump Approved GPT-5.6: Dari Minta OpenAI Lambat 2 Minggu, Akhirnya Diizinkan Rilis

23 Juli 2026
China Patahkan Rantai AI Companion: ByteDance dan Alibaba Matikan Agent Pribadi

China Patahkan Rantai AI Companion: ByteDance dan Alibaba Matikan Agent Pribadi

7 Juli 2026
China Beri KTP Digital untuk AI Agent, Standar Nasional Pertama di Dunia

China Beri KTP Digital untuk AI Agent, Standar Nasional Pertama di Dunia

29 Juni 2026
← Kembali ke Beranda