Trump Tutupi Kerangka AI dari Publik: Model Open-Source Dibebaskan
Administrasi Trump resmi menyelesaikan kerangka kerja sukarela untuk menguji kemampuan model AI frontier. Namun justru ketika sudah rampung, kerangka ini justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Isi dokumen dirahasiakan dari publik. Tidak ada yang tahu persis standar apa yang digunakan, metode apa yang dipakai, atau bagaimana keputusan akhir diambil. Semuanya disimpan di balik pintu tertutup.
Model Open-Source Tidak Termasuk
Berdasarkan sumber-sumber yang mengikuti pertemuan di White House, para perwakilan dari Anthropic, Meta, OpenAI, dan Microsoft turut ambil bagian dalam diskusi tersebut. Yang jelas, model-model AI yang bersifat open-source — kode-nya bisa diunduh dan dimodifikasi secara bebas oleh siapa saja — dibebaskan dari kewajiban mengikuti kerangka ini.
Itu berarti Llama Meta, Mistral, dan puluhan model open-weight lainnya tidak perlu melalui proses pengujian pemerintah. Hanya model tertutup seperti GPT-5, Claude, atau Gemini yang masuk dalam kategori harus dites.
Para kritikus menyebutkan bahwa pembebasan ini justru menciptakan celah keamanan yang signifikan. Model open-source bisa saja memiliki kemampuan berbahaya sama baiknya dengan model tertutup, tetapi tidak ada mekanisme untuk mengeceknya.
30 Hari Sebelum Rilis
Perintah eksekutif Trump pada Juni lalu memang mewajibkan perusahaan untuk berbagi model mereka dengan pemerintah hingga 30 hari sebelum dirilis ke publik. Proses ini melibatkan beberapa lembaga federal yang mengembangkan sistem benchmarking rahasia untuk mengevaluasi kemampuan siber dari model AI tertentu.
Perusahaan yang berpartisipasi secara sukarela juga bisa mendapatkan designation sebagai “covered frontier model” dan status “trusted partner” yang memberi mereka akses awal ke model-model baru. Namun yang tidak jelas adalah: bagaimana jika perusahaan tidak mau ikut? Sampai saat ini belum ada sanksi yang diumumkan bagi perusahaan yang menolak berbagi model secara sukarela.
Kritik: Tidak Bisa Ada Aturan Rahasia untuk Hal Paling Penting
Reaksi dari berbagai pihak cukup keras. Banyak yang mengingatkan bahwa membuat aturan sukarela yang dirahasiakan untuk industri yang paling penting di dunia ini adalah kontradiksi yang berbahaya.
Tidak ada transparansi tentang apa yang sebenarnya diukur, bagaimana ambang batas ditentukan, dan siapa yang memutuskan bahwa satu model aman atau tidak aman untuk dirilis. Industri ini bergerak dengan kecepatan yang tidak terbayangkan oleh pembuat kebijakan tradisional, dan merancang kerangka kerja sukarela yang tidak bisa diinspeksi publik adalah sebuah problema.
Dari sudut pandang berbeda, banyak yang berpendapat bahwa kerangka ini memang tidak mungkin bisa dipublikasikan secara luas. Membuka kemampuan pengujian secara detail berarti memberi tahu pihak jahat persis bagaimana cara menghindari deteksi.
Asimetri Informasi
Yang menarik adalah bahwa sebagian besar perusahaan besar memang terkesan mendukung kerangka ini. Anthropic, Meta, OpenAI, dan Microsoft disebut hadir dalam pertemuan di White House untuk membahas kerangka tersebut, meskipun hasil akhir dari pertemuan itu masih misterius.
Yang pasti, pembebasan model open-source dari kerangka ini menciptakan dua standar yang sangat berbeda. Model tertutup harus melalui proses berbagi dengan pemerintah selama 30 hari, sementara model open-source tidak punya kewajiban sama sekali.
Pertanyaan besarnya: apakah ini memang disengaja untuk melindungi ekosistem open-source, atau justru membuka celah yang bisa dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab?
Jawaban atas pertanyaan itu, nampaknya tidak akan ditemukan dalam waktu dekat. Kerangka ini masih baru, dan implementasinya masih akan terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan.
Sumber
- The Hill — “Trump administration’s closed-door AI framework catches tech policy sector off guard” (4 Agustus 2026)
- The Guardian — “The White House plan to vet potentially dangerous AI is cloaked in secrecy” (7 Agustus 2026)
- CBS News — “Trump administration finalizes AI framework, official says” (3 Agustus 2026)