AI Briefing
AI Briefing Publikasi Riset AI Indonesia

"Artificial intelligence is the new electricity. It will transform every industry and create massive new opportunities."

— Andrew Ng · Founder of Google Brain

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif AI Frontier: Framework Sukarela 60 Hari dan Larangan AI Negara Bagian

Oleh Eko Hadi Murwanto · ·
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif AI Frontier: Framework Sukarela 60 Hari dan Larangan AI Negara Bagian

Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif bertajuk “Promoting Advanced Artificial Intelligence Innovation and Security” pada 2 Juni 2026. Dokumen ini langsung mengubah lanskap regulasi AI di Amerika Serikat — bukan dengan memaksa industri untuk patuh, melainkan dengan menawarkan jalan baru bagi perusahaan AI frontier untuk bekerja sama dengan pemerintah secara sukarela.

Apa yang Dimaksud “Frontier AI”?

Frontier AI adalah model-model AI paling canggih yang mampu mengubah permukaan ancaman siber secara fundamental. Contohnya model-model yang digunakan oleh OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta. Dokumen ini secara khusus menargetkan sistem-sistem ini karena kemampuannya dianggap sudah cukup maju untuk menimbulkan risiko keamanan nasional.

Peraturan ini menyatakan bahwa perusahaan pengembang model frontier AI boleh secara sukarela memberikan pemerintah akses ke sistem mereka selama maksimal 30 hari sebelum dirilis ke publik luas. Tujuannya: pihak berwenang bisa menilai kapabilitas cyber dari model tersebut, menentukan apakah masuk kategori “covered frontier model,” dan mengidentifikasi mitra terpercaya yang bisa mendapat akses awal untuk memperkuat keamanan infrastruktur kritis.

Yang penting: partisipasi dalam framework ini sepenuhnya sukarela. Tidak ada persyaratan lisensi wajib, pra-persetujuan, atau perizinan dari pemerintah untuk mengembangkan, menerbitkan, atau mendistribusikan model AI — termasuk sistem frontier.

Batas Waktu 30 dan 60 Hari

Perintah eksekutif ini membagi tugas menjadi dua wave berdasarkan tenggat waktu:

Dalam 30 hari, beberapa hal harus sudah berjalan:

  • Komite Sistem Keamanan Nasional harus memprioritaskan pertahanan siber sistem keamanan nasional
  • Menteri Pertahanan harus melakukan hal yang sama untuk sistem informasi Departemen Pertahanan
  • CISA (Cybersecurity and Infrastructure Security Agency) harus mengeluarkan Binding Operational Directives untuk mempercepat perlindungan sistem federal sipil
  • clearinghouse keamanan siber AI harus berdiri — dipimpin Departemen Keuangan bersama NSA dan CISA, bekerja sukarela dengan perusahaan AI dan operator infrastruktur kritis untuk mengkoordinasikan pemindaian kerentanan, mengidentifikasi dan memvalidasi kelemahan perangkat lunak, serta mempercepat distribusi patch keamanan

Dalam 60 hari, persyaratan tambahan harus selesai:

  • OMB, bersama National Cyber Director dan CISA, harus menentukan apakah program hibah federal yang ada bisa dialihkan untuk mendukung organisasi yang mengembangkan deteksi kerentanan AI
  • Proses benchmarking rahasia harus dikembangkan untuk menilai kapabilitas cyber model AI — hasilnya dibagi ke pengembang AI dan peneliti seperlunya
  • kantor Personnel Management harus memperluas jalur rekrutmen dan penempatan spesialis keamanan siber melalui program US Tech Force

Rumah Sakit Desa, Bank Komunitas, dan Utilitas Pedesaan

Salah satu aspek menarik dari perintah ini adalah perhatiannya pada organisasi-organisasi yang selama ini jarang mendapat akses ke teknologi AI canggih. Perintah eksekutif secara eksplisit menyebutkan bahwa tools keamanan berbasis AI — termasuk model frontier jika sesuai — harus lebih mudah diakses oleh:

  • Badan federal
  • Otoritas negara bagian dan daerah
  • Operator infrastruktur kritis seperti rumah sakit pedesaan, bank komunitas, dan utilitas lokal

Bukan sekadar niat. CISA diberi tugas untuk memperluas program dan layanan federal yang meningkatkan alat pertahanan berbasis AI, serta memfasilitasi akses ke layanan dan tools keamanan siber.

Sengketa dengan Negara Bagian

Di tengah euforia soal framework sukarela, Kongres AS juga bergerak ke arah yang berbeda. Pada 4 Juni 2026, dua anggota Dewan dari kubu berbeda — Rep. Jay Obernolte (R-Calif.) dan Rep. Lori Trahan (D-Mass.) — memperkenalkan rancangan undang-undang bernama “The Great American Artificial Intelligence Act.”

Secara konkret, ini berarti hukum-hukum AI yang sudah berlaku di Colorado, California, Texas, dan Illinois akan ditunda atau diblokir hingga aturan federal baru diterbitkan.

Colorado misalnya sudah punya Colorado AI Act yang mengatur sistem AI risiko tinggi — yang mengambil keputusan penting soal pendidikan, pekerjaan, layanan pemerintah, kesehatan, perumahan, asuransi, dan layanan hukum. Hukum itu awalnya dijadwalkan berlaku 1 Februari 2026, tapi mundur ke 30 Juni 2026 setelah ada tekanan dari industri. Dengan preemption 3 tahun ini, masa berlaku bisa mundur lagi atau tertunda sepenuhnya.

California punya kompleksitas sendiri: beberapa undang-undang sudah berlaku sejak 1 Januari 2026, mengatur hal-hal seperti transparansi chatbot dan diskriminasi algoritma. Texas dan Illinois juga punya aturan masing-masing. Jika rancangan Obernolte-Trahan lolos, semua itu akan digantung sampai Washington punya kerangka kerja federal yang jelas.

Yang perlu dicatat: perintah eksekutif Trump Januari 2025 (EO 14179) sudah membatalkan perintah AI safety era Biden dan meminta agensi federal menghapus hambatan adopsi AI. Perintah Desember 2025 lebih jauh: membentuk AI Litigation Task Force untuk menentang hukum AI negara bagian dan mengancam penarikan dana federal dari negara bagian dengan hukum AI yang dianggap memberatkan.

Reaksi Industri dan Penentang

Komentator keamanan siber menyambut baik perintah ini dengan catatan. Duncan Greatwood, CEO Xage Security, mengatakan bahwa inisiatif ini mengakui realitas baru: model AI frontier bukan sekadar tools digital — mereka sudah menjadi komponen infrastruktur kritis yang butuh perlindungan berlapis.

Di sisi lain, kelompok keselamatan AI mengecam keputusan ini. Mereka berpendapat bahwa Preemption negara bagian selama tiga tahun dalam rancangan undang-undang Obernolte-Trahan terlalu protektif terhadap industri dan kurang mempertimbangkan risiko sistem AI yang belum teruji. Kekhawatiran utama: tanpa aturan yang tegas, insentif bagi perusahaan untuk mengutamakan keamanan versus kecepatan rilis menjadi tidak seimbang.

Apa Artinya untuk Perusahaan AI

Bagi perusahaan yang mengembangkan model frontier AI, perintah eksekutif ini menawarkan pilihan: ikut framework sukarela dan dapat jalur komunikasi langsung dengan pemerintah, atau tidak ikut dan tetap beroperasi seperti sebelumnya. Tidak ada hukuman untuk yang memilih keluar.

Bagi perusahaan yang menggunakan AI — baik untuk infrastruktur kritis maupun aplikasi biasa — kabar baiknya adalah akses yang lebih mudah ke tools keamanan AI melalui program federal. Kalau Anda perusahaan rintisan yang selama ini tidak punya tim keamanan siber besar, program ini bisa jadi pintu masuk ke resources yang sebelumnya hanya tersedia untuk agensi pemerintah.

Namun bagi yang beroperasi di yurisdiksi dengan hukum AI negara bagian yang sudah ada — Colorado, California, Texas, Illinois — ada ketidakpastian yang signifikan. Preemption tiga tahun dalam rancangan undang-undang bisa mengubah semua kalkulasi kepatuhan.

Kesimpulan

Perintah eksekutif Trump Juni 2026 adalah dokumen yang menarik karena menampilkan dua sisi: tangan terbuka ke industri AI (framework sukarela, tidak ada paksaan) sekaligus tangan besi ke negara bagian (ancaman litigasi, penarikan dana federal). Sementara itu, rancangan undang-undang Obernolte-Trahan bergerak lebih jauh dengan preemption penuh hukum AI negara bagian selama tiga tahun.

Untuk sekarang, tidak ada yang berubah drastis. Framework sukarela belum aktif — semua orang masih menunggu detail dari Departemen Keuangan, NSA, dan CISA dalam 60 hari ke depan. Yang pasti, regulasinya sedang dibangun di Washington, dan semua mata sekarang tertuju pada bagaimana hal ini akan diterjemahkan ke dalam praktik.

Sumber

  1. TechCrunch — “Trump signs narrower executive order on AI oversight after industry objections” (2 Juni 2026)
  2. Tenable — “AI Executive Order: Requirements, Impact, Deadlines” (4 Juni 2026)
  3. Industrial Cyber — “Trump signs executive order advancing AI innovation, cybersecurity modernization, and frontier AI protections” (3 Juni 2026)
  4. VerifyWise — “US AI regulations 2026: federal orders, state laws, and what to comply with now” (15 Mei 2026)
  5. Roll Call — “Bipartisan AI draft proposes three-year preemption of state laws” (4 Juni 2026)
Bagikan artikel ini
Telegram WhatsApp Facebook X

Artikel Terkait

Sam Altman Setuju Perlambat AI: 1.100 Lebih Pekerja OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta Desak Pemerintah AS

Sam Altman Setuju Perlambat AI: 1.100 Lebih Pekerja OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta Desak Pemerintah AS

30 Juli 2026
Gelombang Protes Data Center AI Meluas: 120 Antrean di 37 Negara Bagian AS

Gelombang Protes Data Center AI Meluas: 120 Antrean di 37 Negara Bagian AS

19 Juli 2026
Trump Dukung Anthropic, Tekan OpenAI: Sinyal Baru Kebijakan AI AS

Trump Dukung Anthropic, Tekan OpenAI: Sinyal Baru Kebijakan AI AS

16 Juli 2026
← Kembali ke Beranda