Paus Leo XIV Rilis Ensiklik Perdana Soal AI: Gereja Katolik Pasang Posisi Kritis terhadap Teknologi
Paus Leo XIV, yakni Paus pertama asal Amerika Serikat, mengambil langkah yang belum pernah dilakukan oleh para pendahulunya: menjadikan kecerdasan buatan sebagai fokus utama ensiklik perdanannya. Gereja Katolik, dengan lebih dari 1,4 miliar pengikut di seluruh dunia, tengah bersiap mengeluarkan dokumen resmi tingkat tertinggi yang secara eksplisit memperingatkan tentang bahaya AI bagi martabat manusia dan hak-hak pekerja. ## Komisi AI Vatikan Resmi Disahkan Pada 12 Mei 2026, Paus Leo XIV menandatangani reskrip untuk membentuk Komisi AI Interdicasterial — badan resmi Vatikan yang terdiri dari tujuh institusi untuk mengkoordinasikan respons Gereja terhadap perkembangan AI. Keputusan ini diumumkan pada 16 Mei dan ditandatangani oleh Kardinal Michael Czerny, Prefect Dicastery for Promoting Integral Human Development. Tujuh institusi Vatikan yang terlibat meliputi: Dicastery for Promoting Integral Human Development, Dicastery for the Doctrine of the Faith, Dicastery for Culture and Education, Dicastery for Communication, Pontifical Academy for Life, Pontifical Academy of Sciences, dan Pontifical Academy of Social Sciences. Dicastery for Promoting Integral Human Development akan mengkoordinasikan pekerjaan Komisi untuk tahun pertama. Dalam reskrip tersebut, Paus menyatakan: “Mengingat perkembangan fenomena Kecerdasan Buatan dalam beberapa dekade terakhir dan akselerasi terkini dalam penggunaannya yang meluas; potensi efeknya terhadap manusia dan terhadap umat manusia secara keseluruhan; perhatian Gereja terhadap martabat setiap orang, terutama berkaitan dengan perkembangan mereka secara menyeluruh.” ## Nama Paus Terinspirasi dari Paus yang Menghadapi Revolusi Industri Ketika terpilih sebagai Paus pada Mei 2025, Leo XIV menjelaskan bahwa ia memilih nama tersebut sebagai penghormatan kepada Paus Leo XIII, yang pada 1891 mengeluarkan ensiklik Rerum Novarum sebagai respons terhadap tantangan yang dibawa oleh revolusi industri. Dalam pertemuan dengan para kardinal beberapa hari setelah pemilihannya, Paus Leo XIV menyatakan bahwa Gereja kini menawarkan ajaran sosialnya sebagai respons terhadap “revolusi industri lain dan perkembangan di bidang kecerdasan buatan yang menimbulkan tantangan baru dalam membela martabat manusia, keadilan, dan tenaga kerja.” ## Pesan Spesifik Paus Leo XIV tentang AI Sepanjang Masa Pontifikasinya, Paus Leo XIV telah berulang kali berbicara tentang AI dan tantangan yang ditimbulkannya bagi masyarakat. Berikut beberapa pernyataan kunci yang telah terekam: Dalam pesannya untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia pada Januari 2026, Paus Leo XIV menamai pesan tersebut “Preserving Human Voices and Faces” (Melestarikan Suara dan Wajah Manusia). “Wajah dan suara adalah kudus,” katanya. Ia memperingatkan bahwa teknologi digital, terutama sistem AI yang mampu mensimulasikan suara, wajah, dan emosi, berisiko mengikis apa yang membuat kita menjadi manusia. Ketika bertemu dengan mahasiswa di Universitas La Sapienza Roma, ia berkata: “AI dapat memproses informasi dengan cepat, tetapi tidak dapat menggantikan kecerdasan manusia. Jangan minta AI mengerjakan PR kamu. AI tidak dapat menawarkan kebijaksanaan sejati. AI melewatkan elemen manusia yang sangat penting: AI tidak akan membedakan antara apa yang benar dan salah. Dan AI tidak akan berdiri dalam kekaguman, kekaguman autentik terhadap keindahan ciptaan Tuhan.” Pada Juni 2025, Paus Leo XIV juga membahas tentang deepfake. Ia menceritakan bahwa beberapa hari setelah pontifiknya, seseorang bertanya apakah ia baik-baik saja setelah jatuh dari tangga. “Saya bilang tidak,” kenangnya, “tetapi ada video di suatu tempat di mana mereka telah membuat Paus AI ini, yaitu saya, jatuh dari tangga saat saya berjalan ke suatu tempat, dan ternyata video itu sangat realistis sehingga mereka mengira itu benar-benar saya.” Ketika diminta untuk membuat versi AI dari dirinya agar pengunjung situs web dapat berpartisipasi dalam audiensi kepausan virtual, responsnya tegas: “Saya tidak akan mengizinkan itu. Jika ada orang yang tidak boleh diwakili oleh avatar, saya akan mengatakan Paus ada di urutan teratas daftar.” ## Ensiklik yang Diharapkan: Tabrakan AI dan Dunia Katolik Menurut laporan Axios, Paus Leo XIV diharapkan menandatangani ensikliknya akhir bulan ini, memposisikan AI sebagai isu moral dan tenaga kerja yang menentukan. Dokumen ini diharapkan menjadi upaya Gereja Katolik paling jelas untuk menempatkan martabat manusia, hak pekerja, dan etika di pusat perlombaan AI. Profesor Meghan Sullivan dari Notre Dame mengatakan kepada AP bahwa Paus berpotensi menjadi “salah satu Advokat paling gigih untuk martabat manusia” dalam debat AI. Ensiklik ini diperkirakan akan menempatkan pertanyaan AI dalam konteks ajaran sosial Gereja, yang juga mencakup isu-isu seperti tenaga kerja, keluarga, dan keadilan distributif — sebuah kerangka yang mengingatkan pada ajaran Paus Leo XIII tentang hubungan antara majikan dan pekerja 135 tahun lalu. ## Langkah Praktis: Bukan Sekadar Peringatan Yang membedakan pendekatan Paus Leo XIV adalah kombinasi antara peringatan teologis dan pembentukan struktur institusional. Melalui pembentukan Komisi AI, Gereja Katolik tidak hanya mengeluarkan peringatan moral, tetapi juga membuat mekanisme untuk mengkoordinasikan penelitian, kebijakan, dan dialog tentang AI di seluruh institusi Vatikan. Komisi ini akan memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran informasi di antara anggota kelompok mengenai aktivitas dan proyek terkait AI, termasuk kebijakan tentang penggunaannya di dalam Takhta Suci, sambil mempromosikan dialog, komuni, dan partisipasi. Bagi pembaca di Indonesia, ensiklik ini akan sangat relevan. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia dan minoritas Katolik yang signifikan, akan merasakan dampak dari posisi moral global yang diambil oleh Vatikan. Lebih dari itu, perdebatan tentang AI dan tenaga kerja yang sekarang memasuki ranah global, termasuk Indonesia, akan diperkaya dengan perspektif etika berbasis iman yang telah membentuk pemikiran sosial selama dua milenium. ## Sumber 1. Vatican News — “Pope approves creation of Interdicasterial Commission on Artificial Intelligence” (16 Mei 2026) — https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-05/pope-leo-interdicasterial-artificial-intelligence-commission.html 2. Catholic Standard — “Pope Leo XIV’s encyclical on artificial intelligence is coming: Here’s what he has said on AI so far” (15 Mei 2026) — https://www.cathstan.org/us-world/pope-leo-xivs-encyclical-on-artificial-intelligence-is-coming-heres-what-he-has-said-on-ai-so-far 3. Axios — “Pope Leo sets Catholics on collision course with AI” (14 Mei 2026) — https://www.axios.com/2026/05/14/pope-leo-xiv-ai-first-encyclical 4. OSV News — “Pope Leo XIV’s encyclical on artificial intelligence is coming: Here’s what he has said on AI so far” (15 Mei 2026) — https://www.osvnews.com/pope-leo-xivs-encyclical-on-artificial-intelligence-is-coming-heres-what-he-has-said-on-ai-so-far/ 5. EWTN News — “Vatican sets up commission on artificial intelligence” (16 Mei 2026) — https://www.ewtnnews.com/vatican/vatican-sets-up-commission-on-artificial-intelligence