Akuisisi Manus oleh Meta Senilai $2 Miliar Dibalik Regulator China
Pada 1 September 2026, startup AI agent bernama Manus resmi kembali beroperasi secara mandiri di bawah tim pendirinya. Ini mengakhiri episode yang luar biasa singkat tapi mahal dalam sejarah akuisisi AI: Meta membeli Manus pada akhir Desember 2025 dengan nilai sekitar 2 miliar dollar, regulator China memaksa pembatalan pada April 2026, dan pada September operasi terpisah sudah berjalan kembali.
Kronologi singkatnya: Manus adalah perusahaan yang lahir dari entitas Beijing bernama Butterfly Effect — juga dikenal sebagai Monica — sebelum memindahkan kantor pusat ke Singapura sekitar pertengahan 2025. Langkah itu dirancang untuk menarik investasi Barat. Strategi itu berhasil. Pada Mei 2025, Manus mengamankan pendanaan Seri A sebesar 75 juta dollar yang dipimpin firma modal ventura Amerika Benchmark. Pada akhir Desember 2025, Meta mengumumkan pembelian dengan nilai yang dilaporkan sekitar 2 miliar dollar, dengan rencana mengintegrasikan teknologi agent Manus ke Meta AI dan produk bisnis WhatsApp.
Beijing tidak menyetujui.
Regulator China Bergerak
Pada 27 April 2026, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) — perencana ekonomi tertinggi negara itu — mengeluarkan perintah resmi yang meminta Meta dan Manus membatalkan transaksi. Dalam pernyataan resminya, NDRC mengatakan larangan investasi asing di Manus dilakukan sesuai hukum dan peraturan yang berlaku, dan meminta pihak-pihak yang terlibat untuk menarik transaksi akuisisi.
Kantor peninjauan investasi asing NDRC mengeluarkan perintah itu setelah beberapa bulan pemeriksaan. Sejak Januari 2026, Kementerian Perdagangan China sudah memulai penilaian terhadap cara akuisisi ini mematuhi aturan kontrol ekspor, transfer teknologi, dan investasi ke luar negeri. Pernyataan resmi mengatakan kementeriannya akan mengevaluasi kepatuhan akuisisi dari aspek-aspek tersebut.
Gaya pemerintah China sudah terlihat dari awal. Setelah Benchmark memimpin pendanaan Seri A pada Mei 2025, Manus menutup kantor China-nya pada Juli 2025 dan mengurangi puluhan karyawan. Langkah itu dilakukan sebelum akuisisi Meta diumum, tapi konteksnya penting: Beijing tidak senang dengan founders yang memindahkan operasi ke luar negeri sambil tetap mengembangkan teknologi AI yang dianggap sensitif.
Perjalanan Pisah yang Rumit
Perintah April tidak langsung menghentikan hubungan Meta dan Manus. Proses pelepasan berjalan bertahap selama hampir lima bulan.
Meta dan Manus sudah mulai mengintegrasikan teknologi dan berbagi data saat perintah pembatalan datang. Selama proses terpisah, berbagi data antara kedua perusahaan dihentikan. Karyawan Meta kehilangan akses ke sistem internal Manus. Pekerja Meta juga dilarang menggunakan Manus untuk proyek internal. Manus sendiri menghapus sebagian data pengguna yang dibuat setelah pengumuman akuisisi pada 29 Desember 2025 — penghapusan itu terjadi pada 23 hingga 24 Agustus 2026, menurut pengumuman resmi Manus.
Pada Agustus, Manus menghapus referensi dari situs webnya yang menyebut perusahaan pernah menjadi bagian dari Meta. Portal pemulihan data disediakan untuk akun-akun yang terdampak.
Yang unik dari cerita ini: pada akhirnya, tidak ada pihak yang benar-benar menang. Meta kehilangan akses ke teknologi agent yang sudah mulai diintegrasikan. Manus kehilangan investor besar yang membawa modal dan kredibilitas global. Dan Beijing menunjukkan bahwa sudah memindahkan kantor ke Singapura tidak cukup untuk melindungi transaksi dari regulator di rumah.
Tencent Mengisi Kekosongan
Satu pemenang yang muncul dari situasi ini adalah Tencent.
Menurut Caixin dan laporan lain, Tencent — bekerja sama dengan HongShan dan ZhenFund — setuju membeli kembali saham Manus dari Meta dengan nilai sekitar 2 miliar dollar, kurang lebih sama dengan harga yang dibayar Meta. Secara terpisah, Tencent juga membeli saham Manus yang sebelumnya dipegang oleh Benchmark, firma modal ventura Amerika, menjadikannya pemegang saham terbesar.
ZhenFund sudah menjadi investor Manus sejak sebelum akuisisi Meta. HongShan juga bagian dari investor awal. Jadi Tencent memperkuat posisinya di perusahaan yang sudah mereka dukung sejak lama, bukan investor baru yang masuk setelah chaos.
Langkah ini memberikan Tencent kendali atas teknologi agent yang dikembangkan Manus — teknologi yang memungkinkan AI melakukan tugas di luar chatbot biasa, seperti mengeksekusi langkah-langkah di berbagai aplikasi dan situs web secara mandiri. Ini jadi alat di perlombaan membangun agent AI yang kompetitif.
Apa yang Bisa Diambil
Akuisisi Manus adalah cerita tentang batas geopolitik dalam bisnis AI. Bahwa memindahkan markas ke Singapura tidak membuat sebuah perusahaan China kebal dari regulasi Beijing. Bahwa bahkan acquirer sekelas Meta tidak bisa menjamin sebuah kesepakatan akan bertahan melewati peninjauan pemerintah. Dan bahwa investor Amerika yang mengincar startup China-Singapura harus memperhitungkan lapisan risiko tambahan yang tidak ada di transaksi biasa.
Tim pendiri Manus — Xiao Hong, Zhang Tao, dan Ji Yichao — kembali memimpin perusahaan sebagai laboratorium penelitian agent AI independen pada 1 September 2026. Mereka mengatakan akan melanjutkan peta jalan yang mengarah ke workflow terintegrasi dan agent proaktif. Secara operasional, Manus hidup lagi. Secara finansial, struktur kepemilikannya sekarang sangat berbeda dari yang dibayangkan pada akhir 2025.
Satu hal yang masih menggantung: tidak ada yang merinci apakah Meta mendapat kembali uangnya dari transaksi ini, atau seberapa besar kerugian finansial yang ditanggung. Yang jelas, tujuh bulan dari penutupan hingga pelepasan adalah tempo yang jauh lebih cepat dari rata-rata merger yang digugat — tapi juga jauh lebih mahal dari transaksi yang gagal di tahap awal.
Sumber
- Tech Startups — “AI Startup Manus Resumes Independent Operations After China Kills Meta’s $2 Billion Deal” (1 September 2026)
- Edgen Tech — “Tencent Takes Manus Control After Meta’s $2 Billion Deal Collapses” (1 September 2026)
- Caixin Global — “China Orders Reversal of Meta’s $2 Billion Manus Deal” (27 April 2026)
- Caixin Global — “Manus Resumes Independent Operations After Meta Deal Collapses” (2 September 2026)