Trump Tentukan Batas Terakhir AI: 1 Agustus, Semua Lab Jumbo Wajib Submit ke Pemerintah
Pada 2 Juni 2026, Presiden Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14409 berjudul “Promoting Advanced Artificial Intelligence Innovation and Security.” perintah itu memberi waktu 60 hari bagi lembaga federal untuk membangun kerangka kerja sukarela bagi peninjauan model AI frontier sebelum dirilis ke publik. Tenggat waktunya jatuh pada 1 Agustus 2026.
Kini saat-saat terakhir sebelum tenggat itu tiba, dan dunia AI AS sedang bergelut dengan pertanyaan besar: apakah kerangka ini benar-benar sukarela, atau pada praktiknya bersifat memaksa?
Sam Altman dan Jensen Huang di Washington-DC
Sepanjang minggu ini, CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Nvidia Jensen Huang terlihat di Washington-DC untuk bertemu dengan pejabat senior pemerintahan Trump. Mereka termasuk dalam sekelompok pemimpin tech yang berusaha memengaruhi keputusan-keputusan besar yang sedang dinegosiasikan di balik pintu tertutup.
Altman bertemu dengan Kepala Staf Susie Wiles, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Menurut CNBC, Altman mengatakan ia sudah melihat draf kerangka kerja tersebut dan tidak memiliki “hal spesifik yang dimaksudkan” terkait perubahan yang diusulkan. Pernyataan itu menunjukkan OpenAI pada dasarnya menerima struktur yang sedang dibangun — berbeda dengan penolakan keras yang mungkin diharapkan dari perusahaan yang tahun sebelumnya menentang hampir semua bentuk regulasi pemerintah.
Jensen Huang ambil jalan berbeda. Pada Senin, ia memposting surat terbuka pertamanya di X yang isinya mengecam “pembatasan yang terlalu dini” terhadap model open-weight. Surat itu ditandatangani bersama oleh Microsoft, Meta, Palantir, dan puluhan perusahaan lainnya. Elon Musk merespons langsung dari rekening X miliknya: “Ini dukungan penuh saya. Jensen benar.” OpenAI ikut menandatangani surat tersebut. Anthropic memilih jalan sendiri — mengeluarkan pernyataan terpisah yang menguraikan posisi perusahaan tanpa ikut menggabungkan suara.
1.100 Pekerja AI Desak Pemerintah Pasang Rem
Sehari setelah laporan tentang OpenAI dan Anthropic menulis ambang batas bersama untuk pesaing mereka, lebih dari 1.100 pekerja di OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, Meta, dan sekitar selusin perusahaan lain menandatangani surat terbuka yang meminta pemerintah AS membangun mekanisme internasional untuk sengaja memperlambat perkembangan AI.
Surat itu memperingatkan ada “risiko nyata” bahwa AI berkembang lebih cepat dari kemampuan manusia untuk “memahami atau mengendalikannya.” Para penanda tangan bukan orang sembarangan — mereka termasuk ilmuwan senior di perusahaan-perusahaan yang sedang berlomba membangun sistem paling kuat di dunia.
Dua perkembangan itu dalam satu hari menggambarkan posisi paradoxal industri AI AS saat ini: perusahaan-perusahaan yang spendanan terbesar justru sekarang secara terbuka meminta pengawasan pemerintah, sementara pada saat bersamaan memperjuangkan agar pengawasan itu tidak terlalu ketat.
Kerangka yang Dikembangkan oleh Pesaing Itu Sendiri
Menurut TechTimes, OpenAI dan Anthropic sudah berminggu-minggu bekerja sama di Washington untuk membentuk kerangka kerja yang pada akhirnya akan diterapkan juga pada pesaing mereka: Meta dan xAI.
Logika di balik posisi itu tidak sulit diikuti. Jika tinjauan federal hanya berlaku untuk sebagian pengembang frontier dan tidak untuk yang lain, perusahaan di luar kerangka bisa mengirim model kuat lebih cepat tanpa pemeriksaan yang membebani perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah. Standar yang seragam menghilangkan asimetri itu.
Tapi ada flip side yang juga perlu diperhatikan. Dengan ikut menulis definisi ambang batas dari dalam proses, OpenAI dan Anthropic mendapatkan keunggulan struktural yang tidak dimiliki pesaing yang tidak diundang ke ruangan tersebut. Kerangka kerja akan mencerminkan apa yang dua lab terbesar anggap sebagai kapabilitas yang relevan, risiko yang relevan, dan benchmark yang relevan. Bagi pengembang yang lebih kecil, memenuhi persyaratan yang sama bisa sangat mahal dan memakan waktu — persis seperti yang diperingatkan oleh Pareekh Jain, CEO Pareekh Consulting: “Perusahaan besar yang didanai kuat seperti Anthropic, Google, dan OpenAI mampu membayar biaya pengujian. Pengembang yang lebih kecil yang ingin merilis model open-weight terdepan bisa kesulitan memenuhi persyaratan yang sama.”
Sukarela di Atas Kertas, Wajib di Lapangan
Perintah Eksekutif 14409 secara eksplisit menyatakan tidak ada dalam perintah itu yang menciptakan “persyaratan lisensi, prasyarat, atau izin wajib dari pemerintah” untuk pengembangan atau peluncuran AI. Bahasa itu akurat sebagai deskripsi perintah eksekutif. Tapi bukan sebagai deskripsi total peralatan yang dimiliki pemerintah.
Undang-Undang Reformasi Kontrol Ekspor 2018 memberi wewenang independen kepada Kementerian Perdagangan untuk menunjuk model AI sebagai teknologi emerging terkontrol yang penting bagi keamanan nasional — tanpa statute baru, tanpa perintah eksekutif baru, dan tanpa pemberitahuan publik. Pemerintah sudah membuktikan hal itu sebelum kerangka kerja sukarela itu sendiri ada.
Pada 12 Juni, Anthropic meluncurkan Claude Fable 5 dan Mythos 5. Dalam tempo sekitar 24 jam, Kementerian Perdagangan menerbitkan directive yang mengungkapkan celah jailbreak — teknik rekayasa prompt yang menyebabkan model membypass penjaga keamanan dan memberikan akses kapabilitas siber-offensif tingkat tinggi yang biasanya mereka tolak untuk berikan. Akses global Ditangguhkan. Anthropic memperdebatkan secara terbuka bahwa satu jailbreak sempit tidak seharusnya menjadi alasan untuk menarik kembali model yang sudah di-deploy secara global. Standoff berlangsung sekitar tiga minggu. Akses dipulihkan pada 30 Juni setelah Anthropic setuju bekerja sama dengan cloud partner pada standar keamanan bersama dan bekerja sama secara proaktif pada deteksi risiko.
Dua minggu kemudian, Gedung Putih — atas dasar yang secara nominal sukarela — meminta OpenAI membatasi peluncuran GPT-5.6 Sol hanya untuk partner yang disetujui pemerintah. Altman memberi tahu karyawan bahwa pemerintah menyetujui akses “pelanggan demi pelanggan.” GPT-5.6 Sol, Terra, dan Luna baru tersedia secara luas pada 9 Juli, setelah 12 hari dalam preview tertutup.
Kedua episode itu — kacau, tidak transparan, dan dilakukan di luar kerangka yang dipublikasikan — itulah yang sekarang kedua perusahaan ingin gantikan dengan aturan yang jelas dan dapat diprediksi.
Ambang Batas Klasifikasi yang Tidak Ada yang Bisa Dicek
Pertanyaan paling sulit yang belum terselesaikan dalam negosiasi kerangka kerja bukan apakah harus meninjaumodel frontier — tapi model mana.
Ambang batas kapabilitas yang memicu tinjauan — ditentukan oleh proses benchmark rahasia yang dijalankan NSA — adalah mekanisme yang memutuskan jangkauan nyata kerangka kerja ini. Program NSA yang bernama TRAINS (Testing Risks of AI for National Security), berada di bawah Center for AI Standards and Innovation di NIST Kementerian Perdagangan, sudah melibatkan lebih dari 10 lembaga federal dan 10 laboratorium nasional untuk melakukan evaluasi pra-deployment.
AI Safety Institute Inggris, bekerja sama dengan aliansi intelijen Five Eyes, mendokumentasikan benchmark “73% capture-the-flag” — model frontier yang berhasil di level ahli dalam tantangan cybersecurity capture-the-flag sebesar 73% dari waktu — level kapabilitas tidak ada model yang bisa capai sebelum April 2025.
Tetapkan ambang batas tinggi, dan sebagian besar rilis frontier berlanjut tanpa hambatan. Tetapkan rendah, dan gerbang 30 hari menjadi biaya komersial signifikan di pasar yang bergerak cepat. Tidak ada pengembang maupun peneliti luar yang akan tahu persis di mana garisnya — kriterianya diklasifikasi dan akan tetap begitu.
Lima lab yang berpartisipasi dalam TRAINS — OpenAI, Anthropic, Google, Microsoft, dan xAI — sudah bekerja menuju sistem penilaian keparahan celah yang dimodelkan dari CVSS, sistem yang digunakan industri keamanan software untuk mengklasifikasikan keparahan vulnerability. Sistem penilaian bersama itu akan memberi pemerintah dan industri bahasa umum untuk jenis insiden yang memicu penangguhan Anthropic di Juni — mencegah pengulangan negosiasi kasus-per-kasus yang memakan waktu hampir tiga minggu.
Blind Spot: Model Open-Weight
Saat negosiasi kerangka kerja berjalan, perdebatan terpisah tapi terkait tentang model AI open-weight sedang berkecamuk dengan intensitas tinggi.
Pada 24 Juli, Nvidia, Meta, Microsoft, dan 22 organisasi lain mempublikasikan surat yang memperingatkan tentang potensi pelarangan atau pembatasan pada model open-weight China. Dalam pemandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, para pemimpin tech terkaya di dunia menyatu menentang potensi pelarangan apa pun. Tidak satupun yang mendukung pelarangan model China.
Surat Nvidia secara khusus mengecam “pembatasan yang terlalu dini” dan memperingatkan bahwa membatasi akses ke model open-weight akan merugikan kemampuan peneliti keamanan siber dan pengembang di seluruh dunia. Minggu-minggu sebelumnya, Kimi K3 dari Moonshot AI China menunjukkan kapabilitas yang menyaingi model frontier AS dengan harga jauh lebih murah untuk dijalankan.
Apa yang Terjadi setelah 1 Agustus
Terlepas dari semua perdebatan, Gedung Putih melalui jubir Kush Desai memposting di media sosial: “BREAKING: Trump White House akan memenuhi tenggat waktu yang kita tetapkan untuk diri kita sendiri.”
Tapi seperti yang sudah ditunjukkan oleh episode Fable 5 dan GPT-5.6, pemerintah yang memenuhi tenggat tidak sama dengan kerangka kerja yang menyelesaikan masalah yang mendasarinya. Sukarela atau tidak, kekuasaan untuk menangguhkan model sudah ada di tangan — dan sudah digunakan dua kali dalam 60 hari pertama setelah Perintah Eksekutif ditandatangani.
Yang tidak berubah adalah bahwa OpenAI dan Anthropic sekarang ada di ruangan, ikut menulis aturan yang akan mengatur pesaing mereka. Dan mereka berdua secara terbuka meminta pemerintah untuk membangun mekanisme yang memperlambat teknologi yang mereka bangun.
Sumber
- CNBC — “Trump’s AI executive order nears key deadline as regulation debate intensifies” (31 Juli 2026)
- TechTimes — “OpenAI and Anthropic Are Writing the Threshold Their Rivals Must Clear for Launch” (28 Juli 2026)
- TechTimes — “OpenAI, Anthropic Formally Back Plan to Slow AI That Writes Its Own Code” (29 Juli 2026)
- Business Insider — “Over 1,100 AI Workers Sign Letter Asking US to Support Tools That Pace Automated AI Development” (29 Juli 2026)
- NBC News — “Top Scientists at OpenAI and Anthropic Ask U.S. for Tools to Pace AI Development” (29 Juli 2026)
- TechTimes — “Voluntary on Paper, Mandatory in Practice: White House AI Review Hits August 1 Deadline” (24 Juli 2026)