AI Briefing
AI Briefing Publikasi Riset AI Indonesia

"AI is likely to be either the best or worst thing to happen to humanity. We don't know which."

— Stephen Hawking · Theoretical Physicist

Seedance 2.5 Rilis Bertahap: Video AI 30 Detik Sekali Jalan

Oleh Eko Hadi Murwanto · ·
Seedance 2.5 Rilis Bertahap: Video AI 30 Detik Sekali Jalan

ByteDance resmi mengumumkan Seedance 2.5 pada 23 Juni 2026 di konferensi Volcano Engine FORCE di Beijing. Model video AI terbaru ini punya kemampuan yang belum dimiliki pesaing: membuat klip 30 detik dalam satu kali generate, tanpa perlu menyambung potongan demi potongan. Sayangnya, rilis globalnya tidak langsung mulus — peluncuran berjalan bertahap dan sempat molor karena tekanan dari industri film Hollywood.

Apa Itu Seedance 2.5

Seedance 2.5 adalah model generasi video-audio terbaru dari tim riset ByteDance Seed. Sesuai deskripsi resmi di situs seed.bytedance.com, model ini dibangun untuk “bercerita dalam 30 detik” dengan kontrol referensi yang presisi dan kemampuan editing yang kuat.

Fitur utamanya:

  • Klip 30 detik native dalam satu kali generate — lengkap dengan pergantian scene dan perubahan tempo, tanpa post-stitching
  • Hingga 50 input referensi multimodal — kombinasi gambar, video, dan audio sekaligus, berguna untuk scene film dengan banyak karakter
  • Regional editing — bisa mengubah bagian tertentu dari frame tanpa meregenerasi seluruh klip, dan gaya visualnya tetap terjaga
  • White-model control dan green-screen editing — fitur untuk workflow produksi profesional
  • Audio native dengan lip-sync — suara dan musik digenerate bersamaan dengan video
  • Resolusi 4K dengan kualitas bersih, tanpa subtitle acak atau musik latar yang tidak diinginkan
  • Dukungan 10+ bahasa, termasuk Bahasa Indonesia

Model ini juga bisa diperpanjang hingga dua kali dari durasi dasar, dan di China mode “Ultra-Long Video” versi beta sudah terlihat di aplikasi Jimeng dengan kemampuan menghasilkan video hingga 180 detik.

Perbandingan dengan Seedance 2.0

Lompatan dari Seedance 2.0 ke 2.5 cukup besar di sisi durasi dan kontrol. Seedance 2.0 yang rilis Februari 2026 di China hanya mampu membuat video 4–15 detik, dengan input referensi maksimal 12 file (9 gambar, 3 video, 3 audio).

FiturSeedance 2.0Seedance 2.5
Durasi4–15 detik30 detik native, bisa diperpanjang 2×
Input referensi12 filehingga 50 input multimodal
Resolusi2K, naik ke 4K 10-bit Juni 20264K native
Editswap karakter, perpanjang klipregional edit, green-screen, white-model control
Audioefek suara dan musik nativenative + lip-sync, multi-bahasa

Perbedaan paling mencolok ada di cara model memahami referensi video. Seedance 2.0 hanya melakukan motion transfer — meniru gerakan dari video referensi. Seedance 2.5 diklaim mampu menangkap maksud, framing, dan bahasa sinematik dari video referensi, lalu menerjemahkannya secara kreatif.

Hasil Review Awal

TestingCatalog, media yang mendapat akses awal ke model ini, memberi kesan yang sangat positif. Mereka menulis pada 11 Juli 2026:

“Setiap klip yang kami buat adalah video 30 detik dalam satu kali generate, dan konsistensi karakter, pencahayaan, serta ritme di sepanjang durasi itu tidak seperti apa pun yang pernah kami uji. Detail kecil kadang perlu diregenerasi, tapi hasilnya tetap terjaga dengan sangat baik.”

Peter Csathy, konsultan media yang berbicara ke The Decoder, bahkan menyebut Seedance sebagai “alat video terbaik di pasar saat ini” di mata kreator yang melek AI.

Catatan penting: untuk Seedance 2.0, The Decoder pernah mengingatkan bahwa demo resmi ByteDance hampir pasti cherry-picked — dipilih dari banyak hasil generate. Belum ada data independen soal seberapa konsisten kualitas Seedance 2.5 dalam penggunaan nyata berskala besar, dan harga globalnya pun belum diumumkan resmi.

Kontroversi Hollywood dan Rilis yang Molor

Di balik kemampuan teknisnya, Seedance membawa masalah hukum yang besar. Pada awal 2026, video AI wajah bintang Hollywood yang dibuat dengan Seedance viral di media sosial. Motion Picture Association (MPA) mengirim surat penghentian dan menyebut Seedance sebagai “pelanggaran sistemik”. Disney, Warner Bros. Discovery, Paramount, dan Netflix juga melayangkan tuntutan hukum terhadap ByteDance.

Akibatnya, peluncuran global Seedance 2.0 sempat tertunda. Model itu akhirnya tersedia untuk pelanggan bisnis di lebih dari 100 negara melalui BytePlus, tapi Amerika Serikat tidak termasuk. Untuk meredam masalah, ByteDance menerapkan pembatasan: wajah manusia realistis tidak boleh dijadikan material sumber, ada filter untuk memblokir konten berhak cipta, dan hasil generate diberi watermark C2PA.

Drama yang sama ikut menunda Seedance 2.5. Awalnya dijadwalkan rilis sekitar 9 Juli, peluncurannya bergeser — menurut TestingCatalog, salah satunya karena negosiasi dengan pemegang hak cipta yang masih berlangsung. Akses API ditargetkan mulai 16 Juli 2026.

Status Rilis per Akhir Juli 2026

Hingga akhir Juli 2026, Seedance 2.5 masih dalam proses peluncuran bertahap:

  • Sudah muncul di Jimeng (China) dengan mode Ultra-Long Video beta, lengkap dengan info harga
  • Halaman resmi Dreamina masih menampilkan status “coming soon”
  • Menyusul kemudian: CapCut dan API Volcano Engine untuk pelanggan bisnis
  • Belum masuk leaderboard independen seperti Artificial Analysis

Urutan peluncuran yang direncanakan: Jimeng dan Dreamina lebih dulu, lalu CapCut dan API Volcano Engine. Model ini menyasar pengiklan, kreator konten pendek, dan tim e-commerce yang butuh spot iklan 30 detik tanpa repot menyambung klip.

Peta Kompetisi AI Video saat Ini

Posisi Seedance 2.5 menarik jika dibandingkan dengan kompetitor. Berikut data leaderboard Text-to-Video Artificial Analysis per akhir Juli 2026 (skor elo dan harga per menit):

ModelSkorHarga/menit
Gemini Omni Flash (Google)1246$6
MiniMax H31242$7,80
Dreamina Seedance 2.0 (720p)1225$9,07
Wan2.7 (Alibaba)1163$9
HappyHorse-1.1 (Alibaba)1151$9,90
Kling 3.0 1080p (Kuaishou)1113$20,16
Veo 3.1 (Google)1098$24
Grok Imagine Video (xAI)1069$4,20

Pesaing terdekat Seedance 2.5 adalah Gemini Omni Flash dari Google — model paling mahir di arena tersebut, dengan harga lebih murah dari Seedance 2.0. Namun menurut TestingCatalog, Gemini Omni Flash mentok di sekitar 10 detik per klip. Artinya, keunggulan durasi 30 detik sekali jalan menjadi pembeda utama Seedance 2.5.

Di sisi lain, OpenAI baru saja mematikan produk Sora — aplikasi dan situsnya ditutup 26 April 2026, dengan API yang berakhir September 2026. VentureBeat melaporkan Sora butuh biaya operasi sekitar 1 juta dolar per hari dengan pendapatan total hanya 2,1 juta dolar. Ini membuka ruang besar bagi pemain seperti ByteDance untuk mengambil alih pasar video AI.

Seedance 2.0 sendiri sempat menempati posisi teratas di arena video independen awal tahun ini, jadi standar kualitas yang diwarisi 2.5 sudah terbukti.

Kesimpulan

Seedance 2.5 adalah lompatan teknis yang nyata: 30 detik dalam satu kali generate, 50 input referensi, dan fitur editing level produksi profesional. Namun artikel ini perlu ditutup dengan catatan jujur: hingga akhir Juli 2026, model ini belum sepenuhnya bisa dinikmati pengguna global, harga resminya belum diumumkan, dan bayang-bayang konflik hukum dengan Hollywood masih menggantung.

Bagi kreator video di Indonesia, kabar baiknya adalah Seedance 2.5 mendukung Bahasa Indonesia dan akan tersedia lewat Dreamina serta CapCut. Tapi untuk sekarang, pengalaman langsung masih terbatas pada pengguna di China. Perkembangan selanjutnya layak dipantau — terutama soal kapan akses API dibuka dan apakah Amerika Serikat akhirnya masuk daftar negara yang dilayani.

Bagikan artikel ini
Telegram WhatsApp Facebook X

Artikel Terkait

Cursor Starter ₹649 per Bulan di India, Lebih Murah dari Github Copilot

Cursor Starter ₹649 per Bulan di India, Lebih Murah dari Github Copilot

31 Juli 2026
Sam Altman Setuju Perlambat AI: 1.100 Lebih Pekerja OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta Desak Pemerintah AS

Sam Altman Setuju Perlambat AI: 1.100 Lebih Pekerja OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta Desak Pemerintah AS

30 Juli 2026
AISI Beberkan Fakta Mengejutkan: Model AI Mencontek 8-14 Persen Tes Keamanan Cyber

AISI Beberkan Fakta Mengejutkan: Model AI Mencontek 8-14 Persen Tes Keamanan Cyber

30 Juli 2026
← Kembali ke Beranda