Trump DOJ Bela xAI dari Gugatan Polusi: Klaim National Security untuk Hindari Hukum Lingkungan
Departemen Kehakiman AS secara resmi membela xAI, perusahaan kecerdasan buatan Elon Musk, dalam perseteruan hukum dengan NAACP terkait dugaan pencemaran udara dari pembangkit listrik gas turbin di Southaven, Mississippi. Dalam dokumen resmi setebal 33 halaman yang diajukan ke pengadilan federal Mississippi pada 15 Juni 2026, DOJ mendesak hakim untuk menolak gugatan kelompok hak sipil tersebut.
Kasus Bermula dari Turbin Gas Ilegal
NAACP mengajukan gugatan pada April 2026, menuduh xAI dan anak perusahaannya MZX Tech mengoperasikan puluhan turbin gas metana tanpa izin udara di fasilitas pusat data miliknya. Menurut gugatan, xAI kini memiliki 57 turbin gas di kompleks Southaven — masing-masing seukuran bus besar — yang secara efektif membangun pembangkit listrik sendiri tanpa melalui proses regulasi yang seharusnya.
Kelompok tersebut mengklaim kapasitas emisi NOx (nitrogen oksida) pusat data ini mencapai lebih dari 5.000 ton per tahun. Ditambah partikel halus dan bahan kimia beracun seperti formaldehida, menjadikan xAI salah satu pencemar terbesar di kawasan tersebut. Polutan-polutan ini dikaitkan dengan peningkatan kasus asma, penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan, hingga kanker.
xAI memiliki dua kompleks pusat datadi kawasan itu: Colossus 1 yang berlokasi di Memphis dan Colossus 2 yang mencakup satu juta kaki persegi di Southaven. Keduanya berbatasan dengan lingkungan kulit hitam yang secara historis menghadapi beban polusi tinggi.
Argumen “National Security”
Dalam dokumen 33 halaman itu, DOJ membantahkan bahwa pusat data xAI dipakai untuk melatih model AI yang “kritis bagi ekonomi dan Departemen Pertahanan.” Jaksa deputi asisten jaksa agung Divisi Lingkungan dan Sumber Daya Alam DOJ, Adam Gustafson, mengatakan: “Departemen Kehakiman tidak akan duduk diam sementara organisasi swasta menggunakan undang-undang lingkungan untuk merusak keamanan nasional.”
Kutipan itu sontak menuai kritik tajam. Center for Environmental Justice menganggapnya sebagai preseden berbahaya.
Pekan lalu, SpaceX menyelesaikan IPO terbesar dalam sejarah, menilainya lebih dari $2 triliun dan menjadikan Musk trillionaire pertama di dunia. xAI sendiri baru saja menggandeng Google dan Anthropic sewa ruang pusat data dengan miliaran dolar per tahun.
Analis lingkungan memperingatkan langkah ini bisa menciptakan preseden hukum di mana perusahaan mampu menghindari kewajiban lingkungan dengan dalih pengembangan AI. Ini bukan yang pertama DOJ membela kepentingan xAI — April lalu mereka juga bergabung gugatan xAI terhadap Colorado terkait UU Anti-Diskriminasi AI.
Sumber
- The Guardian — “Trump’s DoJ intervenes to back Elon Musk in datacenter pollution lawsuit” (16 Juni 2026)
- Wired — “DOJ Lawyers Argue xAI Is ‘Vital’ for National Security in NAACP Lawsuit” (15 Juni 2026)
- Earthjustice — “Illegal Pollution from Data Center Power Plants” (14 April 2026)
- Al Jazeera — “Trump administration seeks to halt air pollution lawsuit against xAI data center” (17 Juni 2026)
- ABC News — “DOJ seeks to dismiss air pollution lawsuit against xAI data center” (16 Juni 2026)
- E&E News — “Trump DOJ supports Musk-owned data center in suit by NAACP” (15 Juni 2026)