AI Briefing
AI Briefing Publikasi Riset AI Indonesia

"Artificial intelligence is the new electricity. It will transform every industry and create massive new opportunities."

— Andrew Ng · Founder of Google Brain

GitHub Copilot Ubah Sistem Tagihan Jadi Token — Biaya Melonjak Drastis Buat Developer

Oleh Eko Hadi Murwanto · ·
GitHub Copilot Ubah Sistem Tagihan Jadi Token — Biaya Melonjak Drastis Buat Developer

Mulai 1 Juni 2026, GitHub Copilot resmi pensiun dari sistem lama yang bernama Premium Request Units (PRU). Sebagai gantinya, semua pengguna dipaksa pindah ke sistem usage-based billing — tagihan per token. Artinya: yang dulunya bayar flat $10 per bulan, sekarang bisa kena tagihan $750 sebulan. Atau bahkan $3.000 sebulan buat yang suka “vibe coding”.

Ini bukan upgrade. Ini pengingkaran.

Dulu Dimanja, Sekarang Ditagih

Waktu Copilot lahir, Microsoft seolah bilang: “Pakai sepuasnya, nggak ada batas.” Pengguna terbiasa tanya sesukanya ke AI, pakai model mahal tanpa berpikir dua kali. Copilot menyubsidi semua itu dari kantongnya sendiri selama ini. Sekarang Microsoft balik badan dan bilang: “Oke, subsidi dari kami udah berhenti.”

Dan orang-orang sekarang baru sadar betapa mahalnya biaya untuk menjalankan Copilot secara berlebihan.

Kasus Konkret: Tagihan Melonjak Drastis

Cerita dari Reddit cukup menggambarkan kekhawatiran yang beredar di kalangan developer:

  • Pengguna yang dulu bayar $29 per bulan, sekarang tagihannya jadi $750 per bulan
  • Pengguna lain tagihannya naik dari $50 ke $3.000 per bulan

Itu bukan kebetulan. Itu konsekuensi logis dari model baru: bayar per token yang dikonsumsi, bukan per pertanyaan.

Kalau kamu biasa pakai Claude Opus 4.6 untuk semua hal — dari planning, coding, debugging, sampai ngobrol sama AI soal cuti — setiap chat turn itu makan multiplier 3x. Belum lagi kalau kamu pakai Opus 4.7 yang punya multiplier 7,5x. Sekali chat bisa habis 7,5x credits dari model termurah.

Yang paling parah: GitHub Copilot Cloud Agent (CCA) — fitur autonomous coding yang bisa jalan berjam-jam mengiterasi seluruh repository — ini tidak cuma pakai token AI, tapi juga mengaktifkan GitHub Action minutes. Artinya, sekali agent bekerja panjang, kamu bisa kena double billing: token AI plus action minutes.

Blok yang Tersembunyi: “Vibe Coding” vs “Tool Coding”

Komunitas developer pecah jadi dua kubu soal perubahan ini.

Kubu pertama: “vibe coders” — developer yang menyerahkan hampir semua tugas ke AI, dari planning sampai implementasi. Mereka buka Copilot, kasih prompt besar, tunggu hasilnya, jalanin, gagal, tanya lagi, gagal lagi, tanya lagi. Cycle ini makan kredit sangat cepat.

Kubu kedua: developer yang pakai Copilot sebagai alat bantu, bukan pengganti berpikir. Mereka pakai model murah untuk tugas sederhana (GPT-5 mini atau Claude Haiku — 0,33x multiplier), dan simpan model mahal cuma untuk planning atau tugas kompleks yang benar-benar butuh reasoning dalam.

Keluhan-keluhan “$750 per bulan” itu? Mayoritas datang dari kubu pertama. Developer yang pakai Copilot sebagai alat, bilang biaya mereka masih sangat terjangkau.

Ini pertanyaan utamanya: apakah Microsoft sengaja bangun ekspektasi usage pattern yang tidak pernah sustainable, lalu sekarang menarik karpetnya?

Jawabannya: iya.

Dari memo internal yang beredar, GitHub mengakui bahwa Copilot sudah berevolusi dari “in-editor assistant” jadi “agentic platform” — mampu menjalankan sesi coding panjang, multi-step, pakai model frontier, mengiterasi seluruh repository. Model lama — flat rate per request — tidak bisa mengcover biaya inferensi yang melonjak drastis itu.

Jadi mereka ganti ke model yang lebih akurat: bayar sesuai konsumsi.

Tapi implikasinya: siapa yang bertanggung jawab kalau Microsoft sendiri yang encourage indiscriminate use selama ini?

Carry: Orang yang Diingkari

Salah satu thread di Reddit menusuk cukup dalam:

“Kalian salah fokus menyalahkan pengguna yang memakai sistem persis seperti yang Microsoft bangun dan bahkan encourage untuk dipakai. Satu-satunya yang salah di sini ya Microsoft.”

Logikanya sederhana: Microsoft bikin Copilot supaya mudah dipakai berlebihan. Mereka tidak pasang batas yang jelas. Mereka tidak edukasi pengguna soal cost implication. Mereka tidak kasih warning yang cukup awal sebelum billing change diterapkan.

Sekarang mereka mau pulangkan tanggung jawab ke pengguna?

GitHub sudah luncurkan “preview bill” di awal Mei supaya admin bisa lihat proyeksi biaya sebelum 1 Juni. Tapi untuk pengguna individual yang tidak pernah buka billing dashboard? Mereka baru sadar setelah tagihan datang.

Plan Berikutnya Kalau Tagihan Membengkak

Kalau kamu termasuk yang merasakan lonjakan tagihan, ada beberapa opsi yang bisa dicoba:

1. Review model yang dipakai Apakah semua tugas perlu Claude Opus? Atau bisa dialihkan ke yang lebih murah? Ini pertanyaan paling dasar yang harus dijawab dulu.

2. Pakai auto mode Copilot akan pilih model paling cost-effective sesuai kompleksitas tugas. Untuk tugas sederhana, model termurah sudah cukup.

3. Matikan fitur yang tidak perlu Copilot Cloud Agent itu mahal — nonaktifkan kalau kamu tidak secara aktif memakainya untuk project besar.

4. Bikin budget alerts GitHub AI Credits bisa dikasih batas per bulan. Kalau sudah hampir habis, GitHub bisa kasih notifikasi sebelum kamu kena tagihan overruns.

Tapi yang paling fundamental: jangan pakai Copilot sebagai pengganti thinking. Pakai sebagai alat amplifikasi, bukan solusi penuh. Kalau kamu masih bertanya ke AI untuk hal-hal yang bisa kamu selesaikan sendiri, kamu akan terus makan credits besar.

Peralihan dari PRU ke token billing ini bukan akhir dunia. Tapi ini jadi momen yang bagus untuk bertanya ulang: sebenarnya berapa nilai yang kamu dapat dari $10 per bulan subscription, dan apakah worth it kalau ditukar jadi token-based?

Spoiler: untuk developer yang benar-benar pakai otak mereka, ini masih jauh lebih murah daripada harga konsultasi biasa.


Sumber

  1. TechCrunch — “‘What a joke’: GitHub Copilot’s new token-based billing spurs consternation among devs” (30 Mei 2026)
  2. GitHub Blog — “GitHub Copilot is moving to usage-based billing” (27 April 2026)
  3. GitHub Docs — “What changed with Copilot billing (legacy)” (Juni 2026)
  4. Xebia — “GitHub Copilot - Going From Premium Request Units To Usage Based Billing” (2 Juni 2026)
  5. Visual Studio Magazine — “Devs Sound Off on Usage-Based Copilot Pricing Change” (27 April 2026)
Bagikan artikel ini
Telegram WhatsApp Facebook X

Artikel Terkait

Kimi K2.7-Code: Model Coding Open-Source yang Kalahkan GPT-5.4

Kimi K2.7-Code: Model Coding Open-Source yang Kalahkan GPT-5.4

11 Juli 2026
Microsoft Bongkar Tujuh Model AI Baru di Build 2026 — MAI-Thinking-1 Langsung Kalahkan Sonnet 4.6

Microsoft Bongkar Tujuh Model AI Baru di Build 2026 — MAI-Thinking-1 Langsung Kalahkan Sonnet 4.6

3 Juni 2026
Claude Opus 4.8: Dinamika Kode, Sub‑agen, Harga Lebih Murah

Claude Opus 4.8: Dinamika Kode, Sub‑agen, Harga Lebih Murah

30 Mei 2026
← Kembali ke Beranda