Jensen Huang Kritik Pedas CEO yang Menyalahkan AI atas Gelombang PHK
Jensen Huang, CEO Nvidia, melancarkan serangan terbuka terhadap para pemimpin perusahaan yang mengklaim AI sebagai biang kerok pemutusan hubungan kerja. Dalam wawancara dengan stasiun berita Singapura CNA pada Senin (26 Mei 2026), Huang menyebut narrative yang menghubungkan AI dengan PHK sebagai sesuatu yang terlalu malas.
“Kekhawatiran terbesar saya adalah kita menakut-nakuti orang-orang yang selama ini kita ceritakan cerita fiksi ilmiah, sampai pada titik di mana AI menjadi begitu tidak populer di Amerika Serikat, atau orang-orang sangat takut padanya, sehingga mereka sebenarnya tidak mau berurusan dengannya,” kata Huang.
AI Sudah Ciptakan 500.000 Lebih Pekerjaan
Dalam postingannya di LinkedIn, Nvidia mengklaim AI telah menciptakan lebih dari 500.000 pekerjaan. Huang menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan yang menggunakan AI justru tumbuh lebih cepat dan pada akhirnya merekrut lebih banyak tenaga kerja. Klaim serupa ia sampaikan dalam diskusi di Milken Institute awal Mei 2026.
“AI menciptakan pekerjaan,” tegas Huang dalam kesempatan tersebut. Ia menambahkan bahwa AI adalah kesempatan terbaik Amerika Serikat untuk mereindustrialisasi diri. Huang menjelaskan bahwa industri AI membutuhkan pabrik-pabrik baru untuk memproduksi hardware yang menjadi infrastruktur kritikal, dan pabrik-pabrik itu secara alami membutuhkan pekerja.
‘Tugas Bukan Pekerjaan’
Huang mengkritik anggapan bahwa otomatisasi tugas tertentu berarti seluruh posisi pekerjaan akan hilang. Ia menegaskan bahwa memahami tujuan pekerjaan dan tugas pekerjaan itu terkait, tapi bukan hal yang sama. Dengan kata lain, meskipun AI mengambil alih tugas spesifik dalam sebuah peran, fungsi yang lebih luas yang dijalankan karyawan dalam organisasi kemungkinan besar tetap ada.
“Para eksekutif menyalahkan PHK pada AI supaya terlihat cerdas. Saya sangat membenci hal itu,” cetus Huang. Ia mempertanyakan logika para CEO yang menghubungkan PHK dengan AI sebelum teknologi tersebut benar-benar berguna secara luas di tempat kerja.
Pandangan ini berlawanan dengan proyeksi dari berbagai organisasi keuangan dan akademik terkemuka yang memperkirakan hingga 15% pekerjaan di Amerika Serikat akan hilang dalam beberapa tahun ke depan akibat AI. Huang sendiri diketahui memiliki kepentingan bisnis langsung dalam mempertahankan narrative bahwa AI memperluas lapangan kerja, mengingat Nvidia adalah vendor utama chip AI yang sedang melonjak permintaannya.
Sumber
- TechCrunch — “As workers worry about AI, Nvidia’s Jensen Huang says AI is ‘creating an enormous number of jobs’” (4 Mei 2026) — https://techcrunch.com/2026/05/04/as-workers-worry-about-ai-nvidias-jensen-huang-says-ai-is-creating-an-enormous-number-of-jobs/
- Channel News Asia — “‘Lazy’ narrative to connect AI to job cuts, says Nvidia boss” (Mei 2026) — https://www.channelnewsasia.com/business/ceo-job-cuts-lazy-ai-nvidia-jensen-huang-6140246
- Business Insider — “Nvidia CEO Jensen Huang Criticizes CEOs Who Blame AI for Job Cuts” (Mei 2026) — https://www.businessinsider.com/nvidia-ceo-jensen-huang-ai-job-cuts-losses-lazy-narrative-2026-5
- CryptoBriefing — “Nvidia’s Jensen Huang calls AI job concerns ‘complete nonsense’” (1 Juni 2026) — https://cryptobriefing.com/nvidia-huang-ai-job-concerns-nonsense/
- Entrepreneur — “Nvidia CEO Says Blaming AI for Layoffs Is a ‘Lazy’ Excuse” (Mei 2026) — https://www.entrepreneur.com/business-news/nvidias-jensen-huang-says-that-ai-is-a-lazy-excuse-for-layoffs
- LinkedIn (NVIDIA Official) — “The Facts on AI and the American Economy” (30 April 2026) — https://www.linkedin.com/posts/nvidia_the-facts-on-ai-and-the-american-economy-activity-7455728898811645952-splA