GitHub Copilot Ubah Sistem Billing: Tagihan Meledak, Developer Gelap!
Mulai 1 Juni 2026, GitHub Copilot resmi menggantikan sistem lama — langganan bulanan flat-rate — dengan sistem baru berbasis token usage. Artinya, bukan lagi hitung berapa kali minta tolong Copilot, tapi berapa banyak token yang dihabiskan per bulan. Sounds fair di atas kertas. Realitanya?
Apa Yang Berubah
Kalau sebelumnya Copilot Pro dibanderol $10 per bulan dengan batas premium request tertentu, sekarang sistemnya Credits. Kamu dapat Credits sesuai paket langganan — Pro dapat $10 per bulan dalam bentuk AI Credits, Pro+ dapat $39. Input, output, dan cached tokens semuanya dihitung.
Model yang dipakai punya multiplier berbeda-beda:
| Model | Multiplier |
|---|---|
| Claude Sonnet 4.6 | 9x |
| Claude Opus 4.7/4.8 | 27x |
| GPT-5.5 | 57x (!) |
| Gemini 3.5 Flash | 14x |
Artinya satu kali prompt panjang pakai GPT-5.5 bisa habiskan Credits puluhan kali lipat dibanding model yang lebih simpel.
Tagihan Melonjak Drastis
Di Reddit dan X, developer mulai posting screenshot tagihan mereka. Salah satu user menunjukkan screenshot tagihan yang naik dari $29 per bulan jadi hampir $750 — hampir 25 kali lipat. User lain klaim tagihan mereka naik dari $50 ke $3.000 per bulan.
“Holy fuck how much money was Copilot losing,” tulis salah satu Redditor.
Reaksi
Respons developer terbelah. Sebagian besar mengeluh soal lonjakan biaya yang tidak terduga. Tapi ada juga yang menyindir:
“The vast difference between some of us working all day and still barely having overage and then these screenshots. I struggle to believe it’s complexity differences in the workload. The only way it gets crazy like that is if you are purely ‘vibe coding’ with a ton of bloated iterations.”
Intinya: kalau kamu benar-benar ngerti coding dan pakai Copilot secara efisien, token yang dihabiskan seharusnya tidak sebanyak itu.
Yang kontroversial adalah fakta bahwa Microsoft sendiri pernah encourage user untuk menggunakan Copilot secara “indiscriminate” — prompt panjang, multi-step agentic sessions yang bisa jalan berjam-jam. Sekarang biaya berubah, dan banyak yang merasa dibodohi.
Apakah Microsoft Salah?
Dari perspektif Microsoft, ini masuk akal secara bisnis. Agentic AI usage itu mahal — Copilot sekarang sudah bukan sekadar autocomplete di editor. Kemampuannya sudah berubah jadi agent yang bisa running autonomous coding session berjam-jam, iterate seluruh repository, menggunakan model-model terbaru.
Menyubsidi semua itu dengan flat-rate $10 per bulan jelas tidak sustainable dalam jangka panjang.
Tapi pertanyaan sebenarnya: apakah Microsoft communicate perubahan ini dengan cukup jelas sebelum diterapkan?
Banyak developer merasa tidak. Mereka pakai Copilot karena difasilitasi untuk dipakai banyak, dan sekarang tiba-tiba tagihannya balloon tiga sampai 50 kali lipat.
Apa Yang Bisa Developer Lakukan?
Untuk user annual plan, ada opsi untuk tetap di sistem lama sampai plan expire. Tapi setelah itu, harus migrasi ke usage-based billing. Model multiplier untuk annual plan subscribers akan naik signifikan per 1 Juni — tapi hanya berlaku setelah plan expire.
Untuk yang mau avoid overage, salah satu opsinya adalah pilih model dengan multiplier lebih kecil. Gemini 2.5 Pro cuma 1x, GPT-4o mini juga 0.33x — jauh lebih murah daripada Opus atau GPT-5.5.
Alternatif lain: switch ke provider AI coding lain yang pricing-nya lebih predictable. Cursor, Codeium, atau Tabnine jadi pilihan yang lebih attractive bagi banyak developer.
Kesimpulan
Perubahan ini merepresentasikan pergeseran besar dalam cara developer tool AI dibebankan. Dari flat-rate ke usage-based memang lebih “fair” secara teori — kamu bayar sesuai usage. Tapi efek sampingnya: developer yang terbiasa “vibe coding” sepanjang hari dengan Copilot-agentic sekarang harus concerned sama biaya.
Apakah ini langkah bisnis yang bijak untuk Microsoft? Mungkin. Apakah ini langkah yang fair untuk developer yang sudah built workflow di atas Copilot? That’s the harder question.
Yang jelas, era Copilot $10 per bulan unlimited itu sudah berakhir. Welcome to the new normal.
Sumber
- TechCrunch — “What a joke: Github Copilot’s new token-based billing spurs consternation among devs” (30 Mei 2026) — https://techcrunch.com/2026/05/30/what-a-joke-github-copilots-new-token-based-billing-spurs-consternation-among-devs/
- GitHub Blog — “GitHub Copilot is moving to usage-based billing” (27 April 2026) — https://github.blog/news-insights/company-news/github-copilot-is-moving-to-usage-based-billing/
- The Decoder — “GitHub Copilot switches to token-based billing in June 2026” (28 April 2026) — https://the-decoder.com/github-copilot-switches-to-token-based-billing-in-june-2026/
- GitHub Docs — “Model multipliers for annual plans” (Juni 2026) — https://docs.github.com/en/copilot/reference/copilot-billing/model-multipliers-for-annual-plans
- LinkedIn — “GitHub Copilot pricing shift to token-based billing” (23 April 2026) — https://www.linkedin.com/posts/jamesfredley_github-copilots-discount-pricing-era-is-activity-7453091168176873472-03k1
- Yahoo Finance — “GitHub Copilot token-based billing” (30 Mei 2026) — https://finance.yahoo.com/ai/copilot/articles/joke-github-copilot-token-based-163000486.html